Jumlah Pesawat Dipangkas, Maskapai Garuda Indonesia Tutup 97 Rute

20200315-pesawat-garuda-indonesia
Pesawat Garuda Indonesia. Minggu (15/03/2020)

maiwanews – Pihak pemerintah termasuk Kementerian BUMN, terus melakukan segala upaya untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari kebangkrutan, minimal upaya melakukan efisiensi agar kerugian maskapai itu tidak semakin bertambah besar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memangkas jumlah jenis pesawat dari sebelumnya 13 jenis menjadi cukup 7 jenis. Dengan pemangkasan itu, otomatis jumlah pesawat ikut terpangkas yaitu dari 142 pesawat menjadi 50-60 pesawat saja yang beroperasi.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat bersama dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (9/11/2021).

“Biasanya airlines yang bagus mungkin punya 2-3 jenis pesawat (saja). Nah ini Garuda mulai dari seri 777, 737, A320, A330, CRJ, ATR45, ATR75, semuanya ada. Jadi memang banyak sekali (jenisnya), dan ini membuat kompleksitas pengelolaan cost jadi mahal,” kata Wakil Menteri.

Menurut Kartika Wirjoatmodjo, rencana penutupan sejumlah rute internasional yang dimiliki Garuda Indonesia itu sejalan dengan imbauan Menteri BUMN Erick Thohir yang menyarankan Garuda menutup rute internasional yang sepi peminat, dan fokus pada rute domestik yang lebih menjanjikan.

Tiko, panggilan akrab Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, sebagai konsekwensi dari pemangkasan jumlah pesawat tersebut, Garuda akan memangkas 97 rute penerbangan dari sebelumnya 237 penerbangan pada 2019 menjadi 140 rute pada 2022.

Pemangkasan rute itu ujar Tiko, sebagian besar merupakan rute internasional karena sepi penumpang, khususnya yang masuk kategori perjalanan jauh seperti ke Amsterdam, London, hingga Korea. Sementara untuk rute domestik kata dia, juga akan dilakukan seleksi.

Dikatakan Tiko, sejak sekarang hingga beberapa waktu ke depan, akan semakin banyak bandara yang mengalami kelangkaan penerbangan Garuda. Sejauh ini ucap dia, Garuda sudah terima banyak komplain selama sebulan terakhir karena flight yang makin berkurang.

Selanjutnya sambung Tiko, maskapai milik pemerintah ini akan fokus kepada rute yang super premium.Garuda tambah Tiko, akan fokus pada rute-rute yang benar-benar menghasilkan keuntungan.