Diskominfo Jatim Gelar “Talkshow” Kopilaborasi

maiwanews – Guna mengawal stabilitas politik, ekononomi, dan sektor penting lainnya, diperlukan sinergitas antara eksekutif dan legislatif. Hal tersebut dikatakan, Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Provinsi Jawa Timur, Hudiyono, saat membuka talkshow Kopilaborasi, Minggu (21/11/2021).

Talkshow ini merupakan kegiatan Diskominfo, kali ini mengangkat tema “Rancangan Peraturan Daerah Organisasi Masyarakat sebagai Pondasi Stabilitas Politik di Provinsi Jawa Timur”, di Ballroom Grand Dafam Hotel Surabaya.

Hudiyono mengatakan, hasil dari kerjasama pengawalan legislatif dan pelaksanaan program oleh eksekutif, berdampak positif diberbagai sektor. Misalnya di sektor ekonomi, dimasa pandemi di Triwulan II YoY pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur melesat sampai 7,05 Persen.

Pencapaian pertumbuhan ekonomi ini sekaligus menjadi energi positif untuk Jatim dimasa pandemi ini. Disamping itu pertumbuhan ini menjadi salah satu penyumbang ekonomi terbesar ke dua setelah DKI Jakarta dengan kontribusi 24,93 persen.

Disamping itu, menurut Hudiyono, raperda organisasi masyarakat sangat penting untuk disosialisasikan. Karena organisasi masyarakat berperan penting sebagai wadah organisasi yang menampung, memproses, dan melaksanakan aspirasi masyarakat. Terutama pada bagian yang seringkali kurang diperhatikan oleh pemerintah.

Dalam hal ini masyarakat akan dapat memberikan aspirasinya kepada organisasi masyarakat yang kemudian disalurkan kepada lembaga politik atau pemerintah yang bersangkutan guna mencapai keseimbangan komunikasi antara masyarakat dan pemerintahan.

Hudiyono, menambahkan, organisasi masyarakat yang kedepannya akan mendapat tantangan sebagai upaya peningkatan pembangunan. Pertama meningkatkan kerjasama dan koordinasi organisasi masyarakat dengan para pemangku kepentingan lainnya.

Kedua, tantangan untuk meningkatkan efektivitas implementasi kerjasama antar lembaga. Maka organisasi masyarakat harus mengupayakan kerjasama antar lembaga. Pemerintah dan swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri sesuai dengan bidang kegiatannya yang dimiliki.

Ketiga, tantangan meningkatkan partisipasi publik. Kontribusi organisasi masyarakat sangat penting dalam mendorong proses pembangunan yang bersifat partisipatoris. Tidak hanya sebatas konsep ataupun teori, peningkatan kesadaran akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan masalah publik.

Keempta, mempertahankan sikap kritis dan objektif terhadap pemerintah meskipun mereka seringkali dilibatkan dalam berbagai program pemerintah.(i)