
maiwanews – Militer Yaman menembak jatuh pesawat nirawak buatan Amerika Serikat milik koalisi Saudi di Provinsi Marib. Rudal dari unit pertahanan udara angkatan bersenjata Yaman menghantam pesawat mata-mata ScanEagle karena dituding melakukan tindakan permusuhan hari Sabtu 4 Desember.
Juru bicara angkatan bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree dalam sebuah pernyataan mengatakan dalam setahun sudah tujuh kali drone (pesawat tanpa awak) serupa ditembak jatuh pertahanan udara Yaman. Ia menegaskan, pasukan Yaman tidak akan menyianyiakan upaya memenuhi tugas untuk melindungi wilayah udara negaranya.
Sebelumnya, serangan koalisi negara-negara pimpinan Saudi Jumat malam menarget Provinsi Taiz di Barat Daya Yaman. Pesawat-pesawat tempur menargetkan distrik Muqbana di provinsi itu, jaringan televisi Yaman al-Masirah melaporkan.
Serangan udara itu terjadi ketika pasukan pimpinan Saudi dan koalisi dituding telah meningkatkan agresi mereka di wilayah pesisir Barat Yaman.
Arab Saudi, didukung Amerika Serikat (AS) dan kekuatan Barat utama lainnya, melancarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa kembali rezim dukungan Riyadh kembali ke tampuk kekuasaan dan menghancurkan gerakan perlawanan Ansarullah. (Tasnim/hiu)
Danlantamal VI Ajak Insan Pers Olahraga Fun Shooting
Muhammadiyah-Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Bangun Kota Makassar
Panglima TNI dan Kapolri Terima Ransus Maung Buatan Pindad dari Menhan
Militer AS Uji Terbang Rudal Serang Presisi Buatan Lockheed Martin
Jubir Kemenlu Rusia Tanggapi Serangan Pesawat Nirawak Ukraina









