
maiwanews – Para pejabat Indonesia dan Iran menggelar pembicaraan HAM (Hak Asasi Manusia) putaran ketujuh antara kedua negara Muslim melalui konferensi video. Pada kegiatan Selasa 7 Desember itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen HAM Kemlu (Kementerian Luar Negeri), sedangkan delegasi Iran dipimpin Dirjen HAM Kemlu.
Tujuan dari pembicaraan tersebut adalah untuk mengenal situasi HAM di kedua negara, menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang realitas yang ada, dan bertukar pengalaman antara Iran dan Indonesia di bidang HAM, menurut situs Kementerian Luar Negeri Iran.
Kedua belah pihak membahas isu dan perkembangan hak asasi manusia di Iran dan Indonesia, kerja sama bidang kepentingan dalam kerangka mekanisme hak asasi manusia PBB dan forum internasional lainnya, kerja sama pemajuan dan perlindungan hak-hak perempuan, hak asasi manusia penyandang disabilitas dan langkah-langkah hak asasi manusia.
Pihak Iran mengapresiasi posisi Indonesia karena menolak resolusi situasi HAM di Republik Islam Iran dan menyerukan perluasan bantuan dan kerja sama kedua negara dalam organisasi internasional.
Di akhir pembicaraan, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama tahunan mereka dan mengadakan perundingan putaran berikutnya tentang kerja sama hak asasi manusia antara kedua negara pada tahun 2022 di Jakarta. (Tasnim/hiu)









