
maiwanews – Sekelompok massa menamakan dirinya Aliansi IMM se-Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan Jalan Urip Sumoharjo. Massa berjumlah sekitar 50 orang dipimpin Dermawan memulai unjuk rasa pada Senin 3 Desember pukul 10:00 WITA.
Pengunjuk rasa menyatakan penolakan terhadap penghapusan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis premium. Pendemo mendesak DPRD Sulsel (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan) untuk memfasilitasi RDP (Rapat Dengar Pendapat) jilid 2 bersama Pemprov (Pemerintah Provinsi) Sulsel, Pertamina mor 7 Sulawesi, DPD Hiswana migas Sulawesi, dan kelompok masyarakat terdampak dgn kebijakan penghapusan BBM bersubsidi jenius premium.
Dalam aksi itu, massa juga mendesak Pemprov Sulsel untuk mengkaji ulang kebijakan penghapusan BBM bersubsidi jenis premium karena berdampak secara serius terhadap ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Pemprov diminta mencabut surat edaran nomor 541/9241/DESDM tentang dukungan kebijakan program langit biru sebagai salah satu dasar penghapusan BBM bersubsidi jenis premium.
Demonstran mengajak kepada seluruh organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan untuk bersama-sama menggalang gerakan di wilayah masing menolak penghapusan BBM bersubsidi jenis premium.
Kurang lebih pukul 12:00 WITA, sejumlah angkot (angkutan perkotaan) ikut bergabung dengan demonstran. Sejam kemudian sejumlah supir angkot melakukan aksi mogok sehingga menutupi bahu jalan.
Jelang pukul 14:00 siang, massa membubarkan diri, secara keseluruhan unjuk rasa berlangsung aman. (andik)
Hardiknas di Makassar, Appi Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
UMK Makassar 2026 Naik 6,92 Persen
TP PKK Kota Makassar gelar Raker Tekankan Transparansi Berbasis Digital
Wadan lantamal VI Makassar Berikan Pengarahan Kepada Personel Tidur Dalam Mako Lantamal VI
Pemkot Makassar Hadiri Rakor Stunting Bersama Wagub Sulsel









