Lebaran H-10 Jembatan Ngaglik Lamongan Bisa Beroperasi Kembali

20220331-ramadhan-kareem-1443-hijriyah-2022-31mar2022
Ramadhan Karim.

maiwanews – Amblesnya jembatan ngaglik Kabupaten Lamongan hari selasa, 29 maret membuat Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga Jatim dan pihak-pihak terkait langsung berkoordinasi dengan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Jawa Timur-Bali untuk segera menangani dan membangun kembali akses jalan.

Dalam hal ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (30/03/2022) memastikan agar Jembatan Ngaglik di Kab. Lamongan langsung ditangani dengan cepat dan terukur. Ia menambahkan, mengingat Jembatan Ngaglik berada di jalan poros nasional Lamongan maka percepatan perbaikan jembatan sangat vital.

Jembatan ngaglik lanjut Khofifah, merupakan bagian dari konektivitas Bromo-Tengger-Semeru (BTS) yang berlokasi di ruas Jalan Widang/Bedahan, Jaksa Agung Suprapto, Tumenggungbaru, Tumenggungan dan Lamongan.

Jadi tambah Gubernur Jatim, amblesnya Jembatan Ngaglik, bisa berpengaruh pada perputaran perekonomian masyarakat. Jadi prioritas Pemprov Jatim untuk segera memperbaiki jembatan ini.

Jembatan dengan bentang 25,8 meter yang dibangun pada 1993 jelas Khofifah, sudah mengalami pelebaran, dan yang mengalami kerusakan merupakan area kontruksi lama, karena desain jembatan yang dahulu belum memperhitungkan beban kendaraan seperti sekarang ini, sedangkan area pelebaran yang baru masih utuh.

“Untuk ke depannya, seluruh jembatan perlu dievaluasi untuk mengukur kekuatan jembatan,” jelas Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan, untuk membersihkan jembatan yang runtuh dibutuhkan waktu 4 hari. Kemudian pergantian balok yang putus dengan balok girder yang membutuhkan pengerjaan 4 hari, sedangkan sampainya balok girder ke jembatan membutuhkan waktu 10 hari. Yang dilanjut dengan pemasangan plat lantai jembatan butuh waktu 12 hari

“Pengaspalan jembatan akan dilakukan setelah pemasangan plat yang diperkirakan butuh waktu 1 hari. Insya Allah, H-10 lebaran atau sekitar 22 April 2022, Jembatan Ngaglik akan bisa beroperasi lagi,” ungkap Khofifah.

Sambil menunggu perbaikan jembatan Gubernur Jatim ini menerangkan, untuk sementara pengalihan arus lalu lintas untuk kendaran berat akan diarahkan ke Jalan Dandels dan tol, untuk kendaraan kecil memanfaatkan sisa jembatan yang masih utuh dan dialihkan ke jalan-jalan dalam Kabupaten Lamongan.

Wanita yang pernah menjabat Menteri Sosial ini meminta agar masyarakat bersabar dan kooperatif. Ia juga mengingatkan sebentar lagi memasuki Bulan Ramadhan, pemerintah akan berupaya untuk menjaga kekhusyukan dan suasana yang kondusif.

Khofifah mohon agar masyarakat bersabar sampai Jembatan Ngaglik bisa digunakan lagi. Dan mohon do’a semoga berjalan lancar. (i)