Semeru Masih Status Siaga, Sektor Tenggara Belum Boleh Beraktivitas

maiwanews – Bedasarkan pengamatan Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM), aktivitas Gunung Semeru masih setatus Siaga atau Level 3. Dilihat aktifitas vulkanik Gunung Semeru baik secara visual, instrumental maupun potensi ancaman berbahaya.

Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono yang dalam suratnya disampaikan kepada Kominfo Jawa Timur, Kamis (09/06/2022) mengatakan, pengamatan secara visual, Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat gunung terlihat jelas, api teramati diam, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis sampai sedang tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak. Suhu udara sekitar gunung 19 x 30 derajat Celcius. Sementara cuaca cerah hingga hujan.

Teramati juga asap letupan berwarna putih kelabu dengan tinggi 200-700 m arah utara, barat, barat laut serta barat daya. Terlihat guguran lava pijar dengan jarak luncur 200 m dari ujung lidah lava dan 600 m jarak luncur dari pusat guguran dari kawah arah besuk Kobokan.

Sementara pengamatan secara instrumenal, gempa yang sering terjadi masih jenis gempa permukaan seperti Gempa Letusan, Gempa Guguran, dan Gempa Hembusan. Dari periode 30 Mei-5 Juni tercatat sebanyak 372 kali gempa letusan, 70 kali gempa harmonik, 52 kali gempa hembusan, 19 kali gempa tektonik jauh, 9 kali gempa guguran, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 1 kali gempa tektonik lokal.

Eko Budi dalam suratnya lebih lanjut mengatakan, data pantauan Tiltmeter pada stasiun Argosuko sampai, Minggu (05/06/2022), masih berfluktuatif tetapi masih menunjukkan kecenderungan inflasi. Sedangkan dari stasiun Tiltmeter Jawar menunjukkan pola deflasi secara berfluktuatif.

Karena itu Badan Geologi menghimbau untuk wisatawan/pengunjung/masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun sejauh 13 Km dari pusat erupsi (puncak gunung) atau diwilayah sektor Tenggarara di sepanjang Besuk Kobokan serta tidak melakukan aktivitas ditepi sungai berjarak 500 m dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang berjarak lebih kurang 17 dari puncak.

Disamping itu Badan Geologi juga menghimbau agar waspada potensi Awan Panas Guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai-sungai kecil dari Besuk Kobokan. (i)