Pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan, berupa sekolah dan rumah sakit di Gaza, serta berbagai pelatihan dan pendidikan untuk rakyat Palestina, ditawarkan Indonesia pada Konperensi Internasional Rekonstruksi Gaza, yang berlangsung pada Senin, 2 Maret, 2009 di Sharm El Sheikh, Mesir.
Delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Menko Kesra, Aburizal Bakrie, dengan anggota Delegasi terdiri, Dubes RI di Mesir, Abdurrachman Fachir, Sesmenko Kesra, Indroyono Soesilo, Dirjen Asia Pasifik & Afrika, Hamzah Thayeb dan Direktur Timur Tengah, Aidil Chandra Salim, juga menawarkan bantuan teknis berupa pengalaman rekonstruksi pasca bencana, seperti yang berlangsung di NAD dan Nias, sejak Desember 2004 lalu.
Delegasi Indonesia juga mengharapkan kiranya dapat dibentuk satu lembaga khusus, mirip BRR NAD-Nias, untuk menangani rekonstruksi di Gaza. Hal ini sejalan pula dengan pandangan Presiden Mesir, Husni Mubarak, yang menegaskan perlu adanya satu institusi Internasional yang transparan dan akuntabel untuk rekonstruksi Gaza ini.
Sebuah Tim Teknis dari Pemerintah Indonesia, akan segera bertolak ke Gaza guna menyusun Rencana Aksi untuk implementasi Program Bantuan dari Indonesia tadi.
22 hari serangan Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza, yang berlangsung antara 27 Desember 2008 , sampai dengan 18 Januari 2009, telah memporak-perandakan wilayah ini. 1366 jiwa tewas dan kerugian material mencapai US$ 1.4 milyar.
Atas prakarsa Mesir, maka pada 2 Maret 2009, di Sharm El Shiekh, telah berlangsung Konperensi Internasional guna merekonstruksi Gaza, dihadiri Delegasi dari 62 Negara dan 15 Badan Internasional. Semua Negara tadi sepakat untuk memobilisasi dana hingga US$ 4.5 milyar, guna merehabilitasi dan merekonstruksi wilayah jalur Gaza yang hancur akibat perang ini. Berhimpunnya Negara-negara dari seluruh dunia ini merefleksikan harapan dan komitmen Dunia kiranya perdamaian abadi dapat segera terwujud di tanah Palestina. Pada Konperensi Internasional tersebut, semua Delegasi meminta agar Mesir dan Israel segera membuka pintu perbatasan ke Jalur Gaza, agar bantuan dan bahan bahan bangunan dapat segera disalurkan, sehingga kegiatan rekonstruksi bisa segera dimulai. (menkokesra.go.id)









