
maiwanews – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut perang gas oleh Rusia terhadap Eropa adalah bentuk teror. Krisis akibat serangan Rusia ke Ukraina mempengaruhi semua orang di dunia.
Tidak akan ada pihak mampu menjauh ketika Rusia memprovokasi kekacauan di pasar makanan, pasar energi, atau sederhananya dalam hubungan internasional. Demikian disampaikan Presiden zelenskyy seusai bertemu Presiden Guatemala Alejandro Eduardo Giammattei Falla, Senin (25/07/2022).
Dengan pertemuan tersebut, Presiden Zelenskyy berharap posisi Ukraina akan didengar di Amerika Latin. Presiden Zelenskyy mengaku keduanya sepakat akan penghapusan pembatasan visa dan memulai kembali hubungan perdagangan dan ekonomi.
“Saya berterima kasih kepada Tuan Presiden Giammattei atas kecaman berprinsip dan konsisten terhadap agresi Rusia dan partisipasinya dalam membela tatanan hukum internasional”, ungkap Presiden Zelenskyy.
Presiden Zelenskyy memaparkan, hari ini terlihat ancaman gas lain ke Eropa. Rusia tidak akan melanjutkan pasokan gas ke negara-negara Eropa. Kebijakan Rusia ini sengaja dilakukan untuk mempersulit orang Eropa menghadapi musim dingin.
“Dan ini adalah perang gas terbuka oleh Rusia melawan Eropa”, tegas Presiden Zelenskyy. Ia menambahkan, Moskow tidak peduli dampaknya pada orang-orang. Ini hanyalah teror dalam bentuk berbeda.
Oleh Presiden Zelenskyy, tindakan Rusia ini harus mendapat balasan. Jangan memikirkan cara mengembalikan beberapa turbin, tetapi perkuat sanksi.
Presiden Zelenskyy menyerukan agar dilakukan segalanya untuk membatasi pendapatan Rusia tidak hanya dari gas dan minyak, serta dari ekspor tersisa.
Juga putuskan hubungan perdagangan dengan Rusia sebanyak mungkin, karena setiap ikatan semacam itu adalah alat potensial Rusia untuk menekan. (z/Kantor Kepresidenan Ukraina)
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Zelenskyy Sebut akan Ada Diplomasi Perdamaian Ukraina-Rusia
AS-Jepang Rumuskan Pedoman Perluasan Pencegahan Terhadap Potensi Konflik
Militer Rusia Lancarkan 38 Serangan Terhadap Ukraina dalam Sepekan Terakhir
Zelenskyy Desak Barat Izinkan Serangan Jauh ke Wilayah Rusia









