Iran Raih Pencapaian Bidang Teknologi Kedokteran Nuklir

202300227-mohammad-eslami-aeoi-iran-prod20sep2021vienna
Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran/AEOI) di Wina, Austria, 20 September 2021. (Foto: Dean Calma / IAEA)

maiwanews – Iran merapih sebuah pencapaian dalam bidang teknologi kedokteran nuklir setelah berhasil mengekspor produk terkait, termasuk radiofarmasi. Iran berhasil mengembangkan bubuk pembekuan darah, bubuk ini digunakan untuk mengendalikan perdarahan dalam operasi besar.

Kesuksesan ini disampaikan kepala Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran/AEOI), Mohammad Eslami, di hadapan wartawan di sela Konferensi Nuklir Iran ke-29 pada Minggu (26/02/2023) waktu setempat sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim Nes Agency.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran dikatakan telah menyetujui bubuk tersebut. Dia juga memuji para ilmuwan nuklir karena menemukan metode baru untuk pengolahan lindi sampah dengan teknologi plasma.

Lindi adalah cairan hasil pemaparan air hujan di timbunan sampah. Cairan ini termasuk berbahaya karena mengandung racun.

Iran dikatakan saat ini telah mengekspor peralatan kedokteran nuklir dan radiofarmasi. “Dalam waktu dekat kami akan menjadi hub untuk pembuatan obat-obatan berbasis deuterium”, ungkap Eslami.

Deuterium merupakan alternatif baik untuk obat-obatan kimia dan memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan (dengan obat-obatan tersebut -red)”, ujarnya. (z)