
maiwanews – Transformasi Skil Development Center menjadi Tim Koordinasi Daerah Vokasi harus bisa menghadirkan keluaran lebih baik. Tidak hanya untuk memenuhi amanah konstitusional, tapi juga menjawab persoalan terkait ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Pj Sekdaprov Sulsel) Andi Muhammad Arsjad saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Transformasi SDC (Skill Development Center) Menjadi TKDV (Tim Koordinasi Daerah Vokasi) Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2023. Kegiatan berlangsung di Hotel Santika, Makassar, Rabu, 27 Desember 2023.
Pj Sekdaprov memaparkan, data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan angka tenaga kerja dan angka pengangguran di Sulsel terus menurun setiap tahunnya.
Berdasarkan data BPS Sulsel, Pj Sekdaprov Andi Arsjad memaparkan, potensi penduduk Sulsel 9,3 juta jiwa, 7,15 juta orang masuk dalam kelompok usia kerja, sedangkan 2,45 juta orang bukan angkatan kerja, dan angkatan kerja cukup besar, yaitu 4,69 juta orang.
Angka pengangguran di Sulsel dikatakan terus mengalami penurunan. data BPS tahun 2020 terdapat 6,31 persen, turun menjadi 5,72 persen di tahun 2021. Pada tahun 2022, kembali mengalami penurunan menjadi 4,51 persen, dan pada Agustus tahun 2023 turun menjadi 4,33 persen.
Pj Sekdaprov Andi Arsjad berharap TKDV Sulsel dapat lebih maksimal bekerja untuk menurunkan tingkat pengangguran di Sulsel. “Jadi, kalau ada tim koordinasi, penurunannya tentu harus lebih kencang lagi. Kalau perlu turun jadi 2 persenlah“, ungkap Pj Sekdaprov Andi Arsjad. (z/Diskominfo Pemprov Sulsel)
Pendapatan Grup Porsche AG Tahun 2024 Mencapai 716 Trilun Lebih
Lavrov: Rusia Ingin Hubungan Normal dengan Amerika Serikat
Prabowo Subianto Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Joe Biden
Presiden Sebut ESDM Berperan Penting Bagi Perekonomian Nasional
Pemprov Sulsel Terima Insentif Fiskal Rp6,1 Miliar dari Kementrian Keuangan Atas Keberhasilan Dalam Pengendalian Inflansi









