
maiwanews – Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan pemulangan Ridah Bin Saleh al-Yazidi dari fasilitas penahanan di Teluk Guantanamo ke Pemerintah Tunisia. Pengumuman disampaikan pihak berwenang lembaga tersebut dari kantornya di Washington hari Selasa, 31 Desember 2024. waktu setempat.
Ridah Bin Saleh al-Yazidi (ISN 038) ditetapkan memenuhi syarat untuk dipindahkan melalui proses peninjauan antarlembaga. Proses ini dikatakan berlangsung ketat, ditetapkan oleh Perintah Eksekutif 13492 tahun 2009.
“Pada tanggal 31 Januari 2024, Menteri Pertahanan Austin memberi tahu Kongres tentang niatnya untuk mendukung pemulangan ini dan, setelah berkonsultasi dengan mitra kami di Tunisia, kami melengkapi persyaratan untuk pemindahan secara bertanggung jawab”, demikian bunyi pernyataan Dephan AS (Departemen Pertahanan Amerika Serikat).
Pihak Dephan AS menjelaskan mengenai tahanan di Teluk Guantanamo saat ini. Dikatakan bahwa hari ini, 26 tahanan masih berada di Teluk Guantanamo. 14 diantaranya memenuhi syarat untuk dipindahkan, 3 memenuhi syarat untuk Dewan Peninjauan Berkala, 7 terlibat dalam proses komisi militer, dan 2 tahanan telah dihukum dan dijatuhi hukuman oleh komisi militer. (z/US DOD)
Danlantamal VI Pimpin Serah Terima Strategis di jajaran Lantamal VI
Menhan AS Sebut Polandia Sebagai Mitra Strategis di Sisi Timur NATO
Menhan AS Rencana untuk Menampung Migran Ilegal di Teluk Guantanamo
Donald Trump Umumkan Pengangkatan Pejabat Gedung Putih
Blinken Sampaikan Dukungan Berkelanjutan Bagi Ukraina









