Korea Utara mengancam akan menggunakan apa yang disebutnya ”penangkal nuklir” terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan kalau kedua negara jadi melaksanakan niatnya.
Amerika Serikat dan Korea Selatan berancana mengadakan latihan angkatan laut gabungan selama empat hari dimulai hari Minggu, mereka menggambarkan kegiatan itu sebagai upaya untuk mencegah perilaku agresif Korea Utara. Latihan bersama AS-Korsel akan melibatkan 200 pesawat dan 20 kapal termasuk sebuah kapal induk di Laut Jepang (Laut Timur).
Kantor berita resmi Korea Utara mengatakan tentara dan rakyat negara itu akan memulai ”perang balasan” kalau latihan itu dilaksanakan.
Di Vietnam pada saat menghadiri forum ASEAN, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan Korea Utara adalah rejim beringas dan terkucil yang sedang melakukan kampanye provokasi dan tingkah laku yang berbahaya.
Sebelumnya pekan ini, Clinton mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Pyongyang.
Jurubicara Korea Utara Ri Tong Il mengatakan, latihan militer bersama yang direncanakan itu mengancam kedaulatan negaranya.
Para anggota delegasi Amerika dan Korea Utara tidak mengadakan pertemuan dalam forum ASEAN, yang di masa lampau telah menjadi tempat pembicaraan antara kedua pihak.
Latihan militer tadi diadakan sebagai tanggapan atas penenggelaman kapal perang Korea Selatan, Cheonan bulan Maret lalu, yang menewaskan 46 anggota angkatan laut Korea Selatan. Penyelidikan internasional menyimpulkan bahwa kapal Cheonan telah ditorpedo oleh kapal selam Korea Utara, tetapi Pyongyang membantah bertanggung jawab atas insiden itu. (voa dll)
Sekda Sulsel Dorong Peningkatan Pelayanan Publik Polda Lewat FGD
Prabowo & Li Qiang Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan IndonesiaThailand
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Arus Balik Lebaran, Korlantas Akan Terapkan 'One Way' Lokal & Nasional









