EducationUSA Perluas Layanan Konsultasi bagi Pelajar yang Ingin Studi di AS

Duta Besar Amerika Serikat Cameron Hume hari ini menyampaikan dukungannya atas insiatif layanan Pusat Penasihat Pendidikan AMINEF EducationUSA untuk melipatgandakan jumlah pelajar Indonesia di Amerika Serikat dalam kurun waktu lima tahun.

Inisiatif “Tentukan Masa Depanmu” ini diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses para penasihat pendidikan EducationUSA melalui layanan terpadu konsultasi secara mobile dan partisipasi di dunia online.

EducationUSA adalah pusat penasihat pendidikan yang beroperasi dengan dukungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Tersebar di seluruh dunia, EducationUSA mengemban tugas membantu para siswa internasional dalam mencapai tujuan untuk belajar di Amerika Serikat. Inisiatif ini akan menambah peluang para pelajar menerima layanan konsultasi secara cuma-cuma di seluruh Indonesia agar dapat secara bijaksana menentukan masa depan dengan merealisasikan cita-cita belajar di Amerika Serikat.

”Saya sangat mendukung inisiatif yang dapat mendorong pelajar Indonesia untuk studi di Amerika Serikat. Mereka harus mampu mengendalikan masa depan dan kami dapat membantu mewujudkannya, ” kata Duta Besar Hume dalam konferensi media hari ini. ”Amerika Serikat menawarkan fasilitas pendidikan terbaik di dunia. Kami membuka pintu bagi setiap pelajar internasional dan oleh karena itu saya berharap akan lebih banyak lagi siswa Indonesia yang menuntut ilmu di universitas – universitas Amerika. Layanan EducationUSA dapat memberikan informasi terpercaya dan bimbingan menyeluruh kepada setiap siswa.”

“Amerika Serikat menawarkan kepada para pelajar Indonesia beragam pilihan perguruan tinggi kelas dunia,” ungkap Country Coordinator EducationUSA Brook Ross. “Dibandingkan masa sebelumnya, pendidikan di Amerika sekarang lebih mudah diakses, terjangkau dan tersedia bagi para pelajar Indonesia.”

Sebanyak hampir 7.700 pelajar Indonesia kini tengah studi di Amerika Serikat. Untuk melipatgandakan jumlah tersebut, EducationUSA kini menambah penasehat profesional dan mengerahkan mereka ke lokasi – lokasi di seluruh Indonesia dengan pusat layanan konsultasi pendidikan mobile. Para pengunjung pameran dapat berbicara langsung dengan penasehat dan memperoleh bimbingan langsung yang objektif mengenai kiat-kiat terbaik dalam memilih perguruan tinggi, mendaftarkan mata kuliah, mengevaluasi kebutuhan finansial, mengajukan permohonan visa, serta aspek-aspek lain terkait dengan studi di Amerika Serikat.

“EducationUSA hadir di 3 dari 13 propinsi di Indonesia agar mengingat masih banyak anggota masyarakat yang sulit sulit mendatangi kantor EducationUSA,“ ungkap Ross. ”Melalui layanan konsultasi secara mobile, lebih banyak penasehat terlatih yang tersedia, menyediakan layanan dan informasi secara cepat mengenai cara memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhan para pelajar.”

Selain layanan konsultasi pendidikan bersifat mobile, situs baru di www.educationUSA.or.id telah disiapkan untuk memberikan informasi tentang universitas dan progam kuliah. Selain itu, situs tersebut juga memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berinteraksi langsung dengan penasehat atau pelajar Indonesia lainnya yang berada di Amerika Serikat melalui situs jejaring online popular termasuk Facebook dan Twitter.

“Indonesia memiliki masyarakat yang lebih sering berinteraksi secara online,” ungkap Ross. “Situs baru ini memberi peluang bagi siapa saja yang mengakses komputer, internet atau layanan web ponsel untuk tidak hanya mencari informasi tetapi juga berinteraksi langsung dengan penasehat yang sedang online pada saat itu juga. Sehingga, akan lebih mudah bagi para pelajar untuk memperoleh panduan dan nasehat tanpa harus mengunjungi kantor.”

Program “Tentukan Masa Depanmu” merupakan tindak lanjut atas menurunnya jumlah pelajar Indonesia di Amerika Serikat akibat krisis keuangan Asia di tahun 1998 dan serangan pada tanggal 11 September 2001. Jumlah pelajar Indonesia di Amerika serikat mencapai titik kulminasi 13.456 pada tahun 1996/97. Namun angka tersebut berkurang secara drastis. Walaupun dewasa ini angka meningkat, tetapi jumlah pelajar yang memilih untuk Amerika Serikat sebagai tujuan pendidikan masih di di posisi yang sama dengan tahun 1985.