Konsekwensi Rededominasi Rupiah, Cetak Uang Baru

Uang 100 ribua-anmaiwanews – Jika jadi, tahapan sosialisai program rededominasi rupiah akan mulai dilaksanakan 2011. Pada tahapan berikutnya, pemerintah akan mencetak uang baru dengan nilai setidaknya sebesar nilai uang yang beredar.

Darmin menjelaskan, redenominasi berarti penyederhanaan penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang tanpa mengurangi nilai dari uang. Hanya angka nol pada uang baru di belakang yang dihilangkan sebagian, misalnya, Rp1.000 menjadi Rp1 atau Rp1 juta menjadi Rp1.000.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang aru disahkan paripurna DPR, Darmin Nasution, di Jakarta, Selasa, 3 Agustus 2010.

Menurut rencana pemerintah, tahapan program rededominasi itu akan dimulai dengan masa sosialisasi selama dua tahun, yakni dimulai pada tahun 20111 hingga 2012.

Selama tiga tahun berikutnya, rangkaian program tersebut masuk ke tahapan transisi yakni 2013 hingga 2015. Dalam masa ini, uang baru sudah beredar dan harga barang akan ditulis dalam dua harga yaitu terdiri atas rupiah lama dan rupiah baru.

Penarikan uang lama secara total baru dilakukan Bank Indonesia pada tahapan ketiga, yakni dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Itu berarti, antara tahun 2013 dan 2018, kita akan mengalami masa peningkatan uang beredar setidaknya dua kali lipat.

Namun jika program itu berhasil, maka salah manfaat menonjol yang akan dirasakan masyarakat adalah misalnya tidak ada lagi persoalan kembalian uang receh Rp 50 atau Rp 25 bahkan permen saat berbelanja di supermarket.

Padahal meski masih resmi berlaku, seperti diketahui pecahan Rp 50 atau Rp 25 itu secara de facto tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran di masyarakat. Pengamen atau pengemis saja tidak sudi terima uang berbentuk koin itu.

Pencetakan uang baru dengan jumlah yang sangat banyak dinilai sejumah kalangan berotensi menimbulkan persoalan serius. Rizal Ramli dalam sebuah wawancara menyebut rededominasi dicurigai merupakan upaya pihak tertentu menciptakan proyek besar.

Apalagi berdasarkan tahapan rededominasi, pencetakan uang dilaksanakan pada tahun 2013. Itu berarti, secara kebetulan saat itu setahun lagi Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum.