maiwanews – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membantah jika dikatakan bahwa pelatihan militer bersenjata di Aceh terkait dengan persiapan melakukan aksi terorisme di Indonesia.
Menurut Muhammad Ismail Yusanto, yang benar adalah, latihan bersenjata tersebut untuk persiapan pemberangkatan menuju Jalur Gaza, Palestina akibat aksi brutal yang dilakukan Israel.
“Itu pelatihan militer adalah untuk persiapan di Jalur Gaza. Itu diadakan menyusul serangan brutal Israel,” ujar Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 12 Agustus 2010.
Muhammad Ismail Yusanto mengakui bahwa Ustaz Abubakar Ba’asyir memiliki cita-cita yang sama dengan HTI. Cita-cita tersebut menurutnya, sesuai dengan ajaran Islam dan itu biasa dalam Islam.
Hal tersebut diungkapkan Muhammad Ismail Yusanto saat hendak menjenguk Abubakar Ba’asyir bersama lima orang anggota HTI lainnya di rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri.
Namun keinginan perwakilan HTI itu untuk bertemu dengan pendiri Pondok Pesantren Ngruki Solo, Jawa Tengah itu gagal setelah tidak memperoleh izin oleh polisi karena bukan waktu besuk.









