SBY: Rasio Utang Terendah Dalam Sejarah Indonesia

SBYmaiwanews – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan beberapa prestasi melalui beberapa indikator ekonomi yang telah diraih Indonesia sejak krisis ekonomi 1998.

Menurut Presiden, Rasio utang atas produk domestik bruto (PDB) Indonesia turun secara signifikan. Rasio utang atas PDB ini salah satu yang terendah dalam sejarah Indonesia.

“Rasio utang atas produk domestik bruto (PDB) turun secara signifikan, kini mencapai 27,8 persen. Ini salah satu yang terendah dalam sejarah Indonesia,” kata Presiden Yudhoyono.

Pencapaian Indonesia itu disampaikan oleh SBY dalam pidato Kenegaraan memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 di hadapan DPR dan DPD di Jakarta, Senin, 16 Agustus 2010.

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari minus 13 persen di tahun 1998, menjadi  6 persen di tahun 2008. “Ini adalah pertumbuhan ketiga tertinggi di antara G-20, setelah Tiongkok dan India,” kata Presiden.

Prestasi itu bahkan dicapai pada saat dunia dirundung oleh krisis finansial yang begitu dahsyat pada tahun 2008 dan tahun 2009, pada saat dunia mengalami kontraksi pertumbuhan. Ekonomi Indonesia justru tetap tumbuh sebesar 6,0 persen pada tahun 2008 dan 4,5 persen pada tahun 2009.

SBY menyampaikan, ekspor non-migas Indonesia menembus US$100 miliar; APBN menembus 1000 triliun rupiah; cadangan devisa Indonesia kini mencapai lebih dari US$78 miliar; rupiah terus stabil; angka kemiskinan terus menurun; credit rating Indonesia terus membaik.