LIPI Siapkan Pusat Unggulan Riset Bertaraf Internasional

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menyelenggarakan peluncuran ICIAR (International Centre for Interdisciplinary and Advanced Research) pada hari Rabu, 25 November 2009 di Widya Graha LIPI. ICIAR adalah sebuah inisiatif strategis baru LIPI guna mengembangkan platform kerjasama riset lanjut bersifat lintas bidang ilmu yang dirancang melibatkan sekitar 70 orang profesor riset LIPI, para peneliti senior dari lembaga-lembaga riset mancanegara, dan para profesor dan dosen senior perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri. Selain dirancang sebagai sebuah platform kerjasama riset, ICIAR juga dimaksudkan untuk mendidik dan melatih ilmuwan/peneliti muda mengenai teknik-teknik, metode dan seni melakukan riset lanjut bersifat lintas bidang ilmu melalui penyelenggaraan proyek kerjasama riset (joint research project) di bawah bimbingan bersama (joint supervision) para profesor dan peneliti senior.

Seperti diketahui, belakangan ini telah terjadi kecenderungan perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri yang beralih dari sebuah perguruan tinggi yang sekedar mendidik para mahasiswa (teaching university) menjadi sebuah perguruan tinggi yang juga unggul dalam melaksanakan riset (reseach university). Peralihan ini umumnya bertujuan untuk memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi para mahasiswanya melalui kegiatan riset guna menghasilkan pengetahuan baru dan produk riset lainnya. Di sisi lain, lembaga riset secara langsung ataupun tak langsung telah pula menyelenggarakan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi para mahasiswa dan publik pada umumnya. Banyak peneliti senior yang mengajar di perguruan tinggi dan melakukan pembimbingan proyek riset mahasiswa pascasarjana. Karena fasilitas riset yang dimiliki lembaga riset secara umum lebih baik dan lengkap dibandingkan dengan perguruan tinggi, banyak para mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas riset yang dimiliki oleh lembaga riset. Dengan demikian, sesungguhnya secara alami telah terjadi proses saling memperkuat antara perguruan tinggi dan lembaga riset dalam menyelenggarakan fungsi-fungsi kelembagaannya, yang semakin mendekatkan keduanya. Oleh karena itu, ICIAR sebagai platform kerjasama riset, pendidikan dan pelatihan diharapkan akan mampu merespon kecenderungan perubahan yang terjadi tersebut guna menghasilkan hasil-hasil riset strategis yang dapat memberikan jawaban terhadap berbagai permasalahan bangsa, sekaligus menghasilkan generasi baru ilmuwan/peneliti yang handal.

LIPI telah menetapkan fokus utama dari ICIAR dalah ‘Keamanan Lingkungan dan Manusia’ (Environment and Human Security), dengan enam kluster bidang riset yang secara substansi berkaitan satu sama lain, yaitu i) Pengelolaan resiko bencana alam, ii) Ketahanan masyarakat pantai, iii) Biogeodinamika dan lingkungan yang berkelanjutan, iv) Pangan, kesehatan, dan biomedika, v) Pengelolaan konflik dan krisis, dan kajian antar-budaya, dan vi) Material lanjut ramah lingkungan. Minat dan dukungan terhadap ICIAR telah dinyatakan oleh beberapa lembaga riset dan perguruan tinggi luar negeri, antara lain UNU (United Nation University, Institute of Environment and Human Security, Bonn, Jerman), Gottingen University (Jerman), CNRS (Perancis), dan SENSE Research School (Delft, Belanda). Dari dalam negeri, Kementerian Negara Ristek dan Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas menyambut baik peluncuran ICIAR. Menurut rencana, ICIAR secara resmi akan diluncurkan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, dan Kepala LIPI, dan Dirjen DIKTI diharapkan akan memberikan sambutan kunci pada acara peluncuran ICIAR, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai pengalaman dan best practices dalam mengelola pusat dan program yang serupa dengan ICIAR di luar negeri oleh wakil-wakil dari UNU, Kyoto University, dan Wageningen University.