7 Kapal Perang RI Lakukan Patroli Intensif di Selat Malaka

KRI Ahmad Yani 352maiwanews – Saat ini di Selat Malaka, terdapat tujuh kapal perang Indonesia dari TNI-AL melakukan patroli. Meskin jumlah armada tidak ditambah, namun frekwensi patroli KRI itu makin ditingkatkan.

“Jumlah kapal tidak ditambah hanya intensitasnya patrolinya lebih sering,” kata Kadispenal Laksamana Herry Satrianegara di jakarta, beberapa waktu lalu. Di samping itu, 4 kapal perang RI juga berpatroli di Selat Siangpura.

Herry menjelaskan, dalam melakukan pengamanan laut, TNI AL selalu berkoordinasi dengan petugas lain seperti DKP. “Kita saling mendukung,” kata Mantan Komandan KRI Teluk ratai itu.

Sementara itu, anggota DPR RI Ramadhan Pohan mendesak pemerintah agar bersikap tegas, bila perlu menenggelamkan setiap kapal asing yang kedapatan melakukan provokasi pelanggaran wilayah NKRI.

“Jika telah diperingatkan beberapa kali masih saja tidak diindahkan, ditenggelamkan saja,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat, 27 Agustus 2010.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pendekatan militer secara lebih tegas diperlukan demi menjaga kedaulatan NKRI.  Jika pelanggaran wilayah itu terus berlanjut, maka kapal asing akan makin berani melakukan provokasi.

Hal itu terlihat dalam insiden perbatasan Indonesia-Malaysia selama beberapa tahun terakhir.  Kurang tegasnya diplomasi Indonesia dalam melindungi perbatasan, termasuk teritorial laut, menyebabkan kapal asing kerap melintas perbatasan dengan semena-mena.

Kejadian terakhir yang menjadi sorotan Ramadhan Pohan adalah kasus penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) Kepri oleh polisi laut Diraja Malaysia beberapa 13 Agustus 2010 lalu.

“Insiden ini tidak akan pernah terjadi apabila pemerintah bertindak lebih tegas,” kata Ramadhan Pohan dengan mengeritik.

Namun dalam insiden itu, beberapa kalangan juga mengeritik KKP yang melakukan patroli di perbatasan laut tanpa berkoordinasi dengan Kemenhan atau TNI. Apalagi harus menangkap beberapa kapal asing sekaligus.