maiwanews – Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi berharap bergabungnya tiga perusahaan yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Pegadaian yang membentuk Holding Ultra Mikro (UMi), dapat menghasilkan sinergi dan integrasi yang baik.
Menurut Intan, aset yang dimiliki ketiga perusahaan tersebut seperti kantor cabang di desa-desa, dapat menjadi kekuatan untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengakses permodalan yang terintegrasi guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu usai menghadiri pertemuan Komisi VI DPR RI dengan jajaran PT BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (3/2/2022).
“Pembentukan holding ultra mikro yang terdiri dari tiga entitas BUMN, BRI sebagai holding-nya kemudian PNM dan Pegadaian, kami optimis bahwa ini bisa bersinergi dan terintegrasi. Karena dengan kekuatan baik itu aset cabang dan sebagainya akan sangat membantu para pelaku usaha khususnya ultra mikro,” ujar Intan.
Bergabungnya tiga entitas BUMN yang fokus dalam permodalan kredit produktif dan pembiayaan UMKM kata dia, sangat membantu masyarakat luas.
Ia meminta agar holding UMi ini tidak hanya semakin kuat melalui sinergitas antar ketiganya, namun juga mampu membina dan merangkul pelaku usaha ultra mikro sehingga berdampak pada penguatan ekonomi nasional.
Selain berharap holding ultra mikro ini kuat dengan over subscribe tiga kali lipat right issues ujarnya, diharapkan juga penggabungan usaha semakin kuat tapi tentu bisa memberdayakan ultra mikro ke bawah karena segmennya juga berbeda.
“PNM yang betul-betul ultra mikro sangat kecil, kemudian BRI dan Pegadaian juga begitu, sehingga kalau ini bersinergi secara keseluruhan, ini semua bisa terangkul dan betul-betul memperkuat perekonomian nasional,” kata Intan.
Menurutnya, setelah mengawal pembentukan holding UMi, pihaknya akan terus mengawasi program permodalan dan pembiayaan usaha agar dipastikan dapat dirasakan keuntungannya oleh pelaku ultra mikro.
Selain itu ujarnya, holding UMi akan terus didorong untuk memperbanyak jumlah petugas di lapangan untuk terjun ke desa-desa agar bisa menjaring nasabah baru dan memberantas pinjaman online ilegal dan rentenir.
Intan juga menyampaikan, pihaknya akan membantu menyampaikan program pembiayaan yang resmi, mudah diakses, dan tanpa agunan melalui BUMN kepada masyarakat luas.
Sekarang ini kata dia, kita lebih kepada pengawasan agar bisa dirasakan para pelaku ultra mikro dengan program-program mereka.
Dengan aplikasi ‘Senyum’ kemudian penambahan orang-orang di lapangan lanjutnya, tentu diutamakan menjaring nasabah sekaligus memberantas pinjol-pinjol ataupun rentenir yang biasanya masuk ke kampung-kampung dan desa-desa.
Intan berharap, holding UMi mengoptimalkan program pembinaan melalui pelatihan-pelatihan usaha bagi pelaku usaha ultra mikro terutama di sisi pemasaran serta memfasilitasi perizinan usaha. Ia juga meminta agar pelaku usaha yang menjalankan usahanya dengan baik diberikan bantuan untuk mendukung pengembangan usaha.
Holding UMi juga sambung Intan, perlu memastikan kepada penerima pembiayaan bahwa dana yg diberikan adalah permodalan kredit produktif dan bukan untuk konsumtif.









