maiwanews – Amerika Serikat (AS) menyatakan Afganistan merupakan sekutu penting Non-NATO. Dalam pernyataan resmi kementerian luar negeri AS, Afganistan dikatakan sebagai Major Non-NATO Ally (MNNA). Keputusan itu juga diumumkan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, Sabtu 7 Juli 2012 usai melakukan pertemuan dengan Presiden Afganistan, Hamid Karzai.
Keputusan penunjukan itu ditandatangani Presiden Obama pada tanggal 6 Juli 2012 sebagai bagian dari kesepakatan antara Obama dengan Presiden Afganistan, Karzai, pada tanggal 2 Mei 2012 lalu dimana keduanya menyepakati perjanjian kemitraan strategis kedua negara. Dengan keputusan tersebut, Afganistan menjadi negara MNA pertama sejak tahun 2004. Selain Afganistan, AS juga memiliki sekutu non-NATO lainnya yaitu Mesir, Israel, Jepang, dan Pakistan.
Penunjukan MNA dikatakan memberi kerangka kerja jangka panjang bagi kerjasama pertahanan dan keamanan. Hal tersebut memperkuat hubungan bilateral bidang pertahanan antara AS dengan Afganistan, di dalamnya termasuk bantuan perencanaan pertahanan, pengadaan, dan pelatihan.
Status MNNA merupakan simbol hubungan kuat antara Afghanistan dan AS berdasarkan sikap saling menghormati dan atas kepentingan bersama. Ditetapkannya Afganistan sebagai MNA dikatakan sebagai contoh signifikan dari komitmen jangka panjang Amerika Serikat untuk Afghanistan dan kerjasama erat kedua negara.
Beberapa hak istimewa sebuah negara dengan status MNA diantaranya peminjaman peralatan untuk kerjasama penelitian dan pengembangan, dan pembiayaan militer untuk pengadaan alat pertahanan. Sementara itu, Amerika dan masyarakat internasional telah memberikan bantuan keamanan secara signifikan bagi Afganistan.
.









