
maiwanews – ACH (Airbus Corporate Helicopters) Selasa 16 November mengumumkan pengiriman helikopter 100 persen vegan kepada pelanggan. Dari Dubai pihak ACH mengatakan helikopter itu dipesan oleh seorang pengusahan konstruksi asal Jerman, Dr Urs Brunner. Atas desakan istrinya, Daniela Brunner, pelopor mode etis, ia mensyaratkan interior helikopter pesanannya harus benar-benar vegan.
Vegan adalah gaya hidup di mana orang bersangkutan menghindari semua bentuk eksploitasi terhadap hewan/binatang termasuk diantaranya adalah makanan, kosmetik, maupun pakaian.
Airbus berhasil memenuhi keinginan pelanggan berharganya itu dengan menghadirkan ACH145. Helikopter ini memiliki interior dengan tema abu-abu, tapi elemen kulitnya diganti dengan ultraleather.
Seluruh material dari hewan diganti dan dibuat khusus dengan bahan alternatif, termasuk enam kursi penumpang, lemari penyimpanan pusat, partisi belakang, dan manset kontrol kokpit.
Daniela Brunner, pemilik pendiri rumah mode Giulia & Romeo, tidak memiliki produk hewani dan menyumbangkan semua keuntungannya untuk kesejahteraan hewan. Ia menginginkan helikopter itu konsisten dengan nilai-nilai etikanya.
Kepala ACH, Frederic Lemos, mengatakan “kami sangat bangga dengan kerja tim kami dalam menciptakan interior ACH Line”. Ia menambahkan, timnya menggunakan bahan bersertifikat untuk penggunaan penerbangan dan tahan aus, tetapi hanya dapat diregangkan ke satu arah, ini berarti merupakan tantangan untuk dikerjakan, terutama untuk penggunaan di kursi.
“Di sinilah keahlian tim langsung kami menjadi penting dan saya senang untuk mengatakan bahwa kami menemukan cara praktis untuk memenuhi keinginan pelanggan kami”, ungkap Frederic Lemos.
Untuk peminat helikopter, ACH menyampaikan saat ini produknya dapat dilihat di pameran dirgantara Dubai Airshow. (*)
Prabowo Hadiri peringatan Hardiknas 2025 dan Peluncuran PHTC di SDN Cimahpar 5
Arus Mudik Lebaran 2025, Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan
Uni Eropa Selidiki TikTok Atas Dugaan Pelanggaran Terkait Pilpres Rumania









