TUBAN – Akibat gelontoran hujan dalam beberapa hari terakhir jelang panen padi di sejumlah kawasan pertanian di Kecamatan Rengel, Widang dan sebagian Kecamatan Soko, membuat harga jual gabah anjlok jika dibanding dengan harga pembelian di musim sebelumnya.
Harga beli gabah di tingkat petani kering sawah saat ini berkisar pada Rp 2.000 sampai Rp 2.300 per kilogram. Harga ini terjadi penurunan pada awal panen sebelum musim hujan pada kisaran Rp 2.400 hingga Rp 2.500.
Turunnya harga gabah pada musim ini, seperti disebutkan Yati, seorang petani sal Dusun Lohgawe, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, lebih diakibatkan pada kondisi musim hujan dan cuaca yang tidak menentu.
“Pedagang selalu beralasan pada tingginya curah hujan yang mengakibatkan terjadi peningkatan pada jumlah bobot dengan kadar kandungan air yang cukup tinggi. Sehingga, jika nantinya dikeringkan terjadi penurunan jumlah bobot hingga 30 persen. Begiitu selalu alasan para pedagang dan suplier,” kata Yadi, di lokasi sawah pertaniannya, Rabu (14/4).
Sementara, untuk padi yang terendam banjir akibat genangan hujan, menurut petani lainnya di Dusun Temulus, Muhid, tidak ada yang mau membeli. Kalau pun ada pengepul yang mau beli, paling tinggi harganya mencapai Rp 1600 setiap kilogramnya. Disamping kwalitas yang buruk, pada saat setelah kering dan digiling beras menjadi pecah dan berwarna kehitam-hitaman.
Muhid menyatakan, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan kecuali membawa pulang padi yang telah membusuk gagangnya untuk kemudian dikeringkan. Tapi, cuaca menjadi kendala sehingga menyebabkan proses pengeringan akan makan waktu berhari-hari.
“Ketika melakukan tanam pada musim ini, sebenarnya saya dan petani lain yang lahannya memang jadi langganan banjir akhir tahun, sudah tahu akan mengalami hasil panen buruk. Penanaman yang kami lakukan hanya spekulasi saja. Merugi telah jadi hal biasa bagi petani,” tutur Muhid.
Diungkapkan ayah seorang anak ini, meski hasil penennya hancur dia masih bersyukur masih bisa balik modal. Sehingga, untuk melakukan tanam di musim berikutnya sudah ada cadangan biaya. Walau petani harus mengeluarkan modal tambahan untuk alokasi pupuk. Sedang pengerjaannya, sebagian dilakukan sendiri disamping mengupah tenaga kerja dan sewa traktor.
Sementara itu, meski telah terjadi panen yang cukup besar harga beras di tingkat eceran masih tetap stabil. Dari sejumlah pedagang beras di kawasan Kecematan Plumpang, Soko, Rengel dan Widang, beras dengan kwalitas baik Rp 5.500 per kilogram. Untuk beras jenis standar Rp 4.800 setiap kilogramnya.









