
maiwanews – Amerika Serikat terus memantau pergerakan militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Juru bicara Pentagon John Kirby Jumat 5 November waktu setempat mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan pasukan Rusia.
Kirby menambahkan, pihaknya meminta Moskow agar terbuka dan memberi penjelasan mengenai dugaan manuver di wilayah perbatasan Ukraina. Pergerakan itu dikatakan sebagai kegiatan tidak biasa.
Menurut John Kirby, pergerakan pasukan Rusia adalah hal penting. Saat ini Rusia dalam pantauan telihat sedang melakukan pergerakan militer dalam jumlah besar. Eskalasi militer Rusia akan jadi perhian besar.
Dalam pengarahan pers, John Kirby menyebut Kementerian Pertahanan Ukraina awal pekan ini mengungkap Rusia menempatkan pasukan di sepanjang perbatasan. Militer Rusia juga diposisikan di bagian Timur Ukraina, wilayah ini dikuasai pemberontak pro Rusia.
Lebih lanjut John Kirby menjelaskan bahwa Kemenhan (Kementerian Pertahanan) Ukraina menyebut total jumlah pasukan Rusia di wilayah-wilayah itu mencapai 90 ribu personel.
Rabu 3 November lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova membantah adanya pergerakan pasukan dalam jumlah besar sebagaimana tudingan AS (Amerika Serikat).
Maria Zakharova bahkan mengatakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Ukraina dalam sebuah pernyataan menjelaskan bahwa beredar foto-foto pergerakan Rusia, namun itu adalah kejadian di luar Kota Yelnya, letaknya ratusan kilometer dari kraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hari Rabu menyebut Rusia tidak melakukan provokasi di dekat perbatasan dengan Ukraina. Rusia dikatakan menugaskan tentara di mana saja dianggap perlu di dalam wilayahnya. (z)
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Prabowo Bahas Pengelolaan Keuangan Negara dengan PPATK
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pembentukan Koperasi Merah









