Anggaran Alutsista TNI Defisit Hingga Rp 50 Triliun

SBY & Roket Multilaras NDL-40maiwanews – Dalam lima tahun ke depan, anggaran untuk pengadaaan sistem alat utama sistem persenjataan (alutsista) yakni hingga tahun 2015, Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mengalami kekurangan sekitar Rp 50 triliun.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardjojo usai rapat tentang alutsista di Kantor Wakil Presiden Boediono, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 23 juni 2010.

Padahal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah merencanakan akan membangun sistem pertahanan dan keamanan yang baik minimum (Minimum Essential Force atau MEF), dalam 5 tahun ke depan.

Menurut Agus, kekurangan anggaran alutsista itu dihitung berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dibandingkan dengan kebutuhan dari Kemenhan.

Namun, jumlah Rp 50 triliun tersebut, menurutnya, bukan sesuatu yang besar, tetapi kita harus punya rencana APBN yang baik. “Kita tidak bisa mengeluarkan suatu investasi kementerian tetapi tidak diimbangi penerimaan yang berkesinambungan dan sehat,” terang Agus.

Rapat yang dipimpin Wapres sores ini membahas mengenai pembiayaan dan dukungan dalam negeri terkait persenjataan TNI. Namun, rapat utamanya mendengarkan pemaparan Menhan mengenai Minimum Essential Force atau MEF.

Rapat tersebut antara lain dihadiri oleh Menko Polkam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jendral Djoko Santoso, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Menko Ekonomi Hatta Rajasa.