maiwanews – Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsy merasa ada yang ganjil dengan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kemenkum HAM terkait video ‘Kerasnya Rutan Salemba’. Ia menilai, sidak itu seperti kunjungan kerja.
“Ada yang ganjil dari sidak (Menkum HAM) kemarin, biasanya Pak Denny (Wamenkum HAM) sidak tengah malam,” kata Aboe Bakar, di Gedung DPR Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 17 November 2011.
Menurut Aboe Bakar, fasilitas mewah di dalam penjara bukanlah hal yang baru. Aboe Bakar menganalogikan sebagai sesuatu yang berbau namun tidak dapat terlihat secara kasat mata.
Masalah tersebut katanya, merupakan pekerjaan rumah yang berat bagi Menkum HAM untuk mengusutnya. Ia berharap agar Denny Indrayana tetap berani dalam mengungkap masalah fasilitas mewah di penjara.
Politisi PKS itu juga merindukan sosok Denny Indrayana seperti dulu yang tegas dan berani dalam mengungkap kebobrokan dalam penjara dalam kasus penjara mewah seprti ketika menyidak Artalyta Suryani.
.









