AS Bantah Akan Pulihkan Hubungan dengan Kopassus

Kopassusmaiwanews – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengatakan AS akan segera memulihkan kerja sama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, seperti yang dilaporkan sejumlah media di Indonesia April lalu.

Penegasan itu disampaikan oleh Panglima Komando Operasi Khusus Pasifik (Special Operations Command Pacific/SOCPAC) Amerika Serikat (AS), Laksamana Muda Sean Pybus, saat bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) AS dalam keterangan pers yang disiarkan di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2010.

“Pybus tidak penah mengatakan bahwa Amerika Serikat akan segera memulihkan kerjasama dengan Kopassus. Pemerintah AS tengah meninjau kebijakannya terhadap Kopassus namun hingga saat ini belum membuat keputusan tentang hal tersebut,” demikian keterangan Kedubes AS.

Pemerintah AS justru terus mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyelidiki secara transparan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh anggota TNI, termasuk Kopassus, serta mengadili para pelaku apa yag mereka sebut kejahatan kemanusiaan.

Pemberitaan tentang akan normalnya hubungan AS dengan Kopassus mencuat ketika tim Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI Lodewijk F. Paulus ke Washington DC awal Maret lalu. Dalam kunjungan itu, mereka mendapat respons bagus setelah mendapat penjelasan tentang reformasi dalam tubuh TNI.

Ketika itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam hubungan kedua pihak. “Karena di dalam TNI ada Kopassus, jadi reformasi ini membuka pintu bila kopassus bisa berjalan dengan kesatuan anti teror di Amerika,” kata Syafrie pertengahan Maret lalu.