maiwanews – Amerika Serikat (AS) meluncurkan sateli mata-mata keduanya dalam kurun waktu sembilan hari dalam sebuah misi militer AS. Satelit pengintai bernama NROL-15 diluncurkan menggunakan roket Delta 4-Heavy dari Cape Canaveral di Florida hari Jum’at pukul 9.15 pagi waktu setempat. Berdasarkan informasi dari produsen, roket tersebut dilengkapi mesin RS-68A. Mesin itu diklaim sebagai mesin hidrogen cair paling kuat dalam sejarah produksi mesin roket.
Delta 4-Heavy mengangkut satelit untuk National Reconnaissance Office (NRO) dimana tidak ada informasi mengenai tujuan peluncuran itu. Peluncuran hari Jum’at itu merupakan peluncuran satelit mata-mata NRO dalam sembilan hari terakhir. Sebelumnya pada 20 Juni lalu roket Atlas-5 mengangkut satelit rahasia lainnya, NROL-38. Peluncuran juga dilakukan di Cape Canaveral.
Pada April 2012, AS pernah melakukan peluncuran bersifat sangat rahasia menggunakan roket Delta-4. Tidak ada informasi maupun keterangan apapun mengenai muatan roket tersebut. NRO dikabarkan bahkan melarang peliputan secara langsung tiga menit sebelum peluncuran. Para analis memperkirakan roket itu memuat satelit dengan kemampuan mengambil informasi dari bumi pada malam hari dan dalam keadaan cuaca buruk. Satelit itu dipercaya memiliki kemampuan melebihi satelit pada umumnya dalam mengambil gambar.
Terkait rencana peluncuran satelit bersifat sangat rahasia telah diwacanakan pemerintah AS sejak tahun 2009. Saat itu negara dikatakan perlu melakukan program satelit rahasia. Sistem spionase saat itu dikatakan sudah uzur dan waktunya untuk diganti. Program serupa pernah direncanakan pada tahun 2005, namun dibatalkan karena dinilai biayanya terlalu mahal. (aso/PressTV)
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Presiden Luncurkan Danantara di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta
Porsche Asia Pacific Luncurkan ‘Porsche at Jewel’ di Bandara Changi Singapura
Menhan AS-Korsel Bahas Pertahanan Gabungan Kedua Negara
Biden dan Sekutu akan Serukan Kembali Gencatan Senjata di Gaza









