
maiwanews – Pemerintah Amerika Serikat masih melanjutkan proses evakuasi warga negara AS dan pemegang visa imigran khusus untuk keluar dari Afganistan. Demikian disampaikan Sekretaris Pers Pentagon John Kirby Selasa 26 Oktober dini hari WIB atau Senin sore waktu Washington.
Keterangan John Kirby itu sekaligus menjelaskan pernyataan Menteri Pertahanan Lloyd Austin di Brussel bahwa negara terus bekerja untuk memastikan bahwa para mitra AS memiliki kesempatan untuk meninggalkan negara jika mereka menginginkannya.
Kirby mengatakan bahwa Austin mengacu pada peran lebih besar dari Pemerintah AS, yaitu upaya antarlembaga untuk terus bekerja dengan kelompok veteran dan organisasi swasta lainnya dalam upaya melanjutkan aliran warga Amerika dan dan pemegang visa khusus imigran (Special Immigrant Visa) keluar dari Afganistan.
Menurut Kirby, Austin tidak berbicara tentang peran militer tertentu. Misi militer AS telah berakhir. Departemen Pertahanan (Department of Defense/DOD) bekerja dengan kelompok ad hoc memfasilitasi transit orang Amerika atau warga Afghanistan dan keluarga mereka dari Afganistan.
Saat ini ada lebih dari 3000 pengungsi Afganistan di wilayah Komando Pusat AS, kata Kirby. Di Komando Eropa Amerika Serikat, jumlahnya turun menjadi 463. Di delapan pangkalan di Amerika Serikat ada 53.157. “Sejauh ini 6.689 dari mereka telah dibebaskan (meninggalkan kamp -red) untuk dimukimkan kembali, dan mereka sedang dalam perjalanan menuju kehidupan baru mereka”, ungkap Kirby.
Dephan AS membantu menampung para pengungsi di Amerika Serikat, tetapi tanggung jawab untuk memproses dan memukimkan kembali mereka adalah tugas Deplu (Departemen Luar Negeri) Amerika Serikat dan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Pemerintah AS bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan untuk membantu para pengungsi. (z)









