AS Tolak Pengerahan Kembali Senjata Nuklir ke Korsel

20070127-bom-nuklir-mark-7-di-museum-nasional-au-as-di-dayton-ohio-as
Bom nuklir Mark 7 di Museum Nasional Angkatan Udara Amerika Serikat di Dayton Ohio AS.

maiwanews – Amerika Serikat (AS) menolak upaya tokoh terkemuka Korea Selatan (Korsel) untuk mengerahkan kembali senjata nuklir taktis ke negara di Asia Timur itu. Mark Lambert, Wakil Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) AS untuk Jepang dan Korea, dalam sebuah forum daring menyampaikan AS tidak akan mendukung usulan calon presiden Korsel tersebut. Demikian dikutip VOA Jumat 24 September WIB.

Penegasan pejabat departemen luar negeri (deplu) AS disampaikan menanggapi pernyataan Yoon Seok-youl, salah seoerang kandidat Presiden Korea Selatan. Yoon Seok-youl dikenal sebagai orang konservatif, pekan ini dia mengatakan akan meminta Washington mengerahkan kembali senjata nuklir taktis ke Korsel.

Yoon Seok-youl juga mnegajukan opsi alternatif, yaitu berbagi nuklir jika Korea Selatan diancam oleh Korea Utara (Korut). Namun kedua proposal itu tidak mendapat respon positif dari pejabat Amerika Serikat.

AS pada awal tahun 1990-an menarik senjata nuklir taktis dari Korsel. Politisi konservatif Korsel selama bertahun-tahun menyerukan pemindahan senjata itu, terutama karena Korut telah memperluas program senjata nuklirnya sendiri.

Yoon tampaknya menjadi nama terbesar dalam politik Korsel. Jajak pendapat menunjukkan mantan jaksa agung tersebut akan bersaing ketat dengan Lee Jae-myung, seorang gubernur provinsi berhaluan kiri, untuk pemilihan presiden pada bulan Maret. Keduanya tampil sebagai kandidat terdepan untuk menjadi calon dari partainya.

Pakar ilmu politik Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul Lee Sang-sin mengatakan ini bukan pertama kalinya politisi konservatif berjanji mengajukan tawaran seperti itu, namun Yoon merupakan orang pertama melakukannya. (z/VOA)