Atambua 39° Celcius, Kita Punya Saudara di Timur Indonesia

maiwanews – Setelah sukses dengan film Laskar Pelangi (2008) dan Sang Pemimpi (2009), sutradara Riri Reza dan produser Mira Lesmana kembali berkolaborasi menghadirkan film berjudul Atambua 39° Celcius.

Dalam sinopsis film ini dikisahkan Joao ikut ayahnya pindah ke Atambua setelah referendum Timor Leste (dulu bernama Timor Timur) 1999. Sementara ibu dan kedua adik banyinya tinggal di Liquica, Timor Leste. Di Atambua, seorang perempuan muda bernama Nikia mencuri perhatian Joao hingga suatu hari Nikia pergi meninggalkan Atambua.

Mira dalam pernyataan tertulisnya berharap sepotong cerita tentang kota Atambua dapat menarik perhatian lebih banyak ke bagian Timur Indonesia. “Pada masa eksodus dulu sepertinya semua mata tertumpu pada Timor, tapi setelah mereka berada di sana, mereka terlihat terlupakan”, kata Mira. Ia menambahkan, banyak masyarakat di sana belum menikmati listrik, kemiskinan masih tinggi, pendidikan butuh perhatian, dan masih ada problem taruma akibat perpecahan politik. Menurut Mira, penting untuk mengingatkan bahwa saudara kita di bagian Timur Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian.

Melalui film Aambua 39 Celcius, Mira dan Riri ingin mengajak penonton masuk ke dalam pengalaman baru. Penonton akan dibawa ke dalam suasana lebih otentik secara geografis dan antropologis. Film ini dimainkan oleh aktor-aktor lokal, menggunakan bahasa Tetum, dan setttingnya di Nusa Tenggara Timur. Sejak tanggal 8 November, film ini sudah mulai tayang di bioskop Indonesia, dan bulan Desember hingga Januari tahun depan film Atambua 39 Celcius rencananya akan diputar melalui layar tancap keliling Nusa Tenggara Timur. (azm)