maiwanews – Koalisi Merah Putih (KMP) lahir karena mendukung Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sepakat memajukan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada pilpres 2014 lalu.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengingatkan PAN, sejarah mencatat bahwa KMP lahir karena ada pasangan Prabowo-Hatta.
Hal itu dikatakan Bamsoet sebagai ungkapkan kekecewaan atas keputusan Zulkifli Hasan membawa PAN sebagai salah satu partai pendukung pemerintah yang dipimpin Jokowi-JK.
Bamsoet berpendapat, apa yang dilakukan PAN tidak tepat secara etika politik. Karena kata dia, ibaratnya PAN telah meninggalkan panggungnya sendiri yang didukung KMP.
Meski Golkar menghargai keputusan itu, secara tegas Bamsoet menilai manuver PAN bergabung pemerintah merupakan sebuah penghianatan.
Ini pengkhianatan sebetulnya, tapi Partai Golkar menghargai,” kata Bamsoet dalam diskusi ‘Plin-PAN’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).
Namun Bamsoet meyakini, PAN akan kembali ke “pelukan” KMP setelah tahu bahwa di tempat batu ternyata tidak mendapatkan apa-apa.
Rocky Gerung Sebut Jambore Karhutla Sebagai Penghormatan Terhadap Alam
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo Capai 80 Persen
Pjs Walikota Makassar Hadiri Rakornas Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah
Kemenkumham Gelar Upacara Peringatan Puncak Hari Pengayoman ke-79 Di Tugu Pahlawan









