Banjir Sudah Surut Siaga I Belum Dicabut

Bojonegoro – Meski banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo telah berangsur surut sejak semalam, tetap diberlakukan status siaga satu untuk mengantisipaso kemungkinan meluapnya kembali air yang kemungkinan masih akan menaik lagi.

Sampai dengan siang ini, Sabtu 20 Maret 2010, ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Kota Bojonegoro pada titik angka 13,15 pheil scale.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasiyanto, menyatakan sudah tidak ada genangan air yang berarti akibat banjir dari Sungai Bengawan Solo.

Meski begitu, tutur Kasiyanto, status siaga satu masih belum dicabut. Situasi sudah dinyatakan kondusif dan aman bila elevasi atau ketinggian air berada pada angka 12.20 pheil scale.

Data yang berhasil dihimpun menunjukkan, beberapa daerah yang dialiri Bengawan Solo seperti sejumlah desa di wilayah Kabupaten Tuban, Seperti Kecamatan Soko dan Rengel, belum juga surut. Sementara di empat desa di Kecamatan Widang, Tuban, yang berada di bantaran daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, yang menjadi langganan kiriman air dari Bojonegoro masih dalam keadaan normal.

Walau pun begitu, seperti diungkapkan Khoirul, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang, Sabtu 20 Maret 2010 kondisi curah hujan yang kerap turun sanpai 3 kali sepekannya, membuat warga khawatir apalagi keadaan tanggul, meski sudah dilakukan perbaikan, rawan longsor oleh gerusan air yang datang mendadak.

BERITA LAINNYA

.