Berita Acara BPD ‘Sahkan’ Yoyok sebagai Kades Laju Kidul

TUBAN – Gonjang-ganjing spekulasi tentang pemecatan Kepala Desa (Kades) Laju Kidul, Kecamatan singgahan, Tuban, Jatim, Yoyok Sudarmoko, terus bergulir.

Masyarakat setempat yang tetap menghendaki kepemimpinan Kades Yoyok Sudarmoko, melakukan ‘perlawanan’. Hasilnya, aspirasi masyarakat seperti yang tertuang dalam berita acara penolakan SK pemberhentian atas Yoyok Sudarmoko mendapat respon dari pemkab setempat.

Perwakilan warga yang dalam beberapa kali kesempatan mennemui Camat Singgahan, Rohman Ubaid, menolak opsi yang ditawarkan camat yakni percepatan pilkades atau menempuh jalur hokum melalui PTUN ditolak mentah-mentah warga.

“Kita tidak akan menmepuh opsi tersebut. Kami tetap menghendaki agar Yoyok Sudarmoko tetap menjabat kades sampai akhir masa jabatannya,” tegas salah seorang perwakilan warga, Waras, Rabu (18/08/2010) siang yang dihubungi melalui telepon selularnya.

Waras yang didampingi warga lainnya, Hartono, menyatakan, sesuai tuntutan warga melalui BPD setempat, tidak harga tawar lagi kecuali mempertahankan kepemimpinan Yoyok Sudarmoko.

Di sisi lain, penolakan warga akan dilantiknya Penjabat Kades, yakni Purwanto, yang kini menjabat sekdes setempat, telah pula menghasilkan keputusan yang positif. Artinya, untuk sementara waktu pengangkatan Penjabat Kades ditangguhkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Dengan adanya berita acara BPD Laju Kidul terkait permohonan pencabutan SK pemberhentian atas Kades Laju Kidul, secara definitive Yoyok Sudarmoko masih sebagai kepala desa dan berhak melaksanakan tugas-tugasnya. Yoyok juga berhak melakukan penandatangan surat-surat yang dibutuhkan warga. Selama proses usulan BPD belum terselesaikan, sekali lagi Yoyok Sudarmoko masih kepala desa secara definitive,” ujar sejumlah sumber di pemerintahan setempat.

Sementara, Yoyok Sudarmoko menyatakan, tetap bersikeras tidak menerima SK Bupati atas pemecatannya.

“Sampai sekarang saya belum tahu secara fisik SK pemberhentian saya. Sikap saya jelas, semua tergantung masyarakat. Karena, saya dipilih oleh mereka. Sesuai aspirasi yang masuk setiap hari, mayorits warga masih menghendaki saya melanjutkan kepemimpinan saya. Saya kira, itu yang perlu dipahami oleh bupati dan pejabat terkait lainnya,” tegas Yoyok.