
maiwanews – Pada musim panas 2021, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memanggil para pimpinan perusahaan teknologi besar negara itu. Termasuk Microsoft, Amazon, Apple, Google, dan lainnya.
Para CEO (Chief Executive Officer) untuk meningkatkan standar keamanan siber. Demikian tulisan Renee Dudley, dengan penelitian oleh Doris Burke, pada laporan ProPublica, Jumat, 15 November 2024, pagi, atau hari Jumat petang WIB.
“Anda semua memiliki kekuatan, kapasitas, dan tanggung jawab, saya yakin, untuk meningkatkan standar keamanan siber”, kata Biden kepada para eksekutif di Ruang Timur.
Menanggapi permintaan bantuan presiden, CEO Microsoft Satya Nadella berjanji untuk memberikan pemerintah $150 juta, atau sekitar Rp2.250 triliun pada kurs Rp15.000 per $1, dalam bentuk layanan teknis untuk membantu meningkatkan keamanan digitalnya.
Permintaan Presiden Biden kepada perusahaan-perusahaan teknologi dilakukan menyusul kekhawatiran akan aksi peretasan. Serangkaian serangan siber ke fasilitas di Amerika Serikat dihubungkan dengan beberapa pemerintahan negara asing.
Serangan SolarWinds, di mana peretas mencuri data sensitif dari lembaga federal, termasuk Badan Keamanan Nuklir Nasional. Serangan ini terungkap pada Desember 2020. Serangan ini dikatakan disponsori oleh salah satu negara di Eropa Timur. (z/ProPublica)
Sekda Sulsel Dorong Peningkatan Pelayanan Publik Polda Lewat FGD
Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri Wujudkan Swasembada Pangan
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Arus Mudik Lebaran 2025, Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta









