
maiwanews – Presiden Amerika Serikat Biden mengungkapkan kekhawatirannya saat anggota parlemen dan analis mulai memperingatkan tentang semakin agresifnya kampanye menjelang pemungutan suara.
Presiden Joe Biden menyatakan pada Jumat, 4 Oktober 2024 waktu Amerika, bahwa ia ragu pemilu di negara tersebut pada November nanti dapat berjalan damai. Ia merujuk pada komentar provokatif dari kandidat Partai Republik Donald Trump. Trump masih menolak mengakui kekalahannya pada 2020.
Trump menuding terjadi kecurangan besar pada pemilu sebelumnya di mana ia kalah dari Biden. Tudingan tanpa bukti itu memancing kemarahan para pendukungnya, sehingga mereka menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat.
Presiden Biden menyatakan yakin pemilu berlangsung bebas dan adil. Namun ia tidak tahu apakah ini akan berlangsung damai.
Tahun 2021 lalu Trump dimakzulkan atas tudingan menghasut pemberontakan setelah ratusan pendukungnya melukai polisi dan merusak jendela serta pintu di Capitol. Insiden tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan dan dampak dari retorika politik provokatif. (z/Direct/USAGM/VoA/ah/ft)
Polda Jateng Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Rental Lintas Daerah
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Menlu AS Beri Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional 2025
Perang Dagang Amerika-Kanada, Warga AS Mungkin Sedikit Merasakan Dampak
Prabowo Percaya Investigasi Penembakan WNI di Malaysia akan Transparan









