Jakarta – Pemberlakuan pasar bebas negara anggota Asean dengan China ternyata tidak semuanya menjadi ancaman bagi industri tekstil dan garmen tanah air. Beberapa industri tekstil Indonesia justru menikmati beberapa program pinjaman untuk pembelian mesin dari BUMN China.
Sebanyak 4 perusahaan tekstil di Indonesia telah menikmati fasilitas pembiayaan dari BUMN China di bidang perdagangan China Textile Machinery Technology Cooperation (CTMTC) senilai US$ 25 juta sejak akhir tahun 2009 lalu.
Textile Machinery Technology Cooperation (CTMTC) siap memberikan pendanaan bagi pembelian mesin-mesin perusahaan tekstil di Indonesia senilai US$ 300 juta.
“Supplier credit, China sudah konfirmasi US$ 300 juta sejak tahun lalu,” kata Plt Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat acara jumpa pers di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 14 Aril 2010.
Rencana pendanaan ini menurut Ade, murni dilakukan secara business to business antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha mesin tekstil China. Skim ini juga dilakukan tanpa jaminan dari pemerintah.
CTMTC membawahi ribuan perusahaan tekstil di China yang biasa memberikan pembiayaan kredit bagi pelaku Industri tekstil di China. Keikutsertaan pengusaha Indonesia dalam skim pembiayaan CTMTC karena selama ini perbankan nasional masih alergi memberikan pembiayaan bagi sektor tekstil karena dianggap sunset industy, suku bunga yang cukup tinggi membuat pengusaha lokalmerasa keberatan.
Dalam rangka program peremajaan mesin pertekstilan, saat ini pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dengan program restrukturisasi telah berhasil merangsang pembelian mesin atau investasi mesin tekstil US$ 500 juta sejak 3 tahun lalu.
Sementara itu, total kebutuhan peremajaan mesin atau restrukturisasi mesin pertekstilan di Indonesia, total yang dibutuhkan mencapai US$ 5 miliar.
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Presiden Luncurkan PHTC, Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Teknologi Digital









