maiwanews – Kericuhan yang terjadi saat diadakan Musyawarah Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah  Partai Amanat Nasional (Muswil DPW PAN) di Kediri Jawa Timur berbuntut panjang.
Panitia DPW PAN Jatim Malik Effendi mengatakan, pihaknya melaporkan para pelaku kericujan ke Polres Kediri Kota dengan tuduhan perusakan dan pengeroyokan.
“Kita sudah laporkan ke polisi dengan tuduhan pengerusakan dan pengeroyokan,” kaya Malik dalam jumpa pers di Kantor DPD PAN Kota Kediri, Selasa (11/8/2015) malam Wib.
Menurut Malik, pihak dilaporkan itu antara lain, Wakil Bupati Lamongan Amar Syaifudin, dua Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Agus Maimun dan Basuki Babussalam, Anggota DPRD Sidoarjo Haris dan Anggota DPRD Banyuwangi Sugiarto.
Mali menjelaskan, dalam kericuhan tersebut, selain terjadi kerusakan juga ada yang menjadi korban yaitu satgas keamanan PAN yangdiinjak-injak. Korban kata dia, telah dibawa oleh kepolisian ke rumah sakit untuk dimintakan visum et repertum.
Sebagaimana diberitakan, kericuhan terjadi ketika puluhan peserta yang diduga pendukung salah satu calon Masfuk melakukan protes keras terhadap panitia yang menggelar pemilihan subuh hari, saat para pendukungnya tidak berada di tempat.
“Yang kita lihat sesuatu yang tidak lazim bagi PAN. Kita datang bertanya, tidak ada pemilihan yang dimulai subuh. Orang-orang kita tidak ada (di tempat pemilihan). Kita tidak dikasih tau,” protes Masfuk.
Protes keras itu berujung pada aksi perusakan beberapa fasilitas di ruangan tempat muswil dilaksanakan. Beberapa barang yang rusak seperti kursi, white board, dan meja dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti.
Selain kericuhan yang diduga dilakukan pendukung Masfuk, kericuhan juga terjadi sebelumhya saat puluhan pendukung Kuswiyanto menggeruduk arena Muswil PAN Jatim saat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berpidato pada Senin (10/8/2015).









