Mikhail Mishustin Laporkan Situasi Ekonomi Rusia ke Vladimir Putin

20250210-vladimir-putin-mikhail-mishustin-prod7feb2025
Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, 7 Februari 2025, menerima laporan situasi ekonomi dari Perdana Menteri Mikhail Mishustin. (Foto: Kremlin)

maiwanews – Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Kremlin, Moskow. 7 Februari 2025, melaporkan situasi ekonomi tahun 2024 ke Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam laporan itu disampaikan bahwa data Badan Statistik Negara menyebut Pendapatan Domestik Bruto meningkat 4,1 persen.

Peningkatan itu, menurut PM (Perdana Menteri) Mishustin, 0,2 persen lebih tinggi dibanding perkiraan dan ekspektasi. Indeks deflator PDB (Pendapatan Domestik Bruto) untuk tahun lalu adalah 8,9 persen, atau 0,3 persen lebih rendah dari perkiraan.

Menurut pembaruan tersebut, PDB nominal Rusia untuk tahun 2024 mencapai rekor tertinggi sebesar 200 triliun rubel, terutama karena pesatnya pertumbuhan manufaktur. Secara keseluruhan, produksi industri telah tumbuh sebesar 4,6 persen, lebih tinggi dari semua perkiraan awal.

Rosstat (Layanan Statistik Negara) juga telah memperbarui datanya untuk tiga tahun sebelumnya. Menurutnya, pertumbuhan PDB pada tahun 2023 lebih tinggi 0,5 persen dari estimasi awal sebesar 3,6 persen. Angka akhir untuk tahun 2023 adalah 4,1 persen. Alasan pembaruan tersebut adalah karena menunggu laporan keuangan tahunan dari berbagai bisnis, informasi akhir dari berbagai sektor ekonomi, dan laporan keuangan tahunan dari berbagai perusahaan.

“Perlu dicatat bahwa ekonomi kita telah berhasil menghadapi tekanan sanksi”, ungkap PM Mishustin kepada Presiden Putin. Justru ada negara pemberi sanksi hampir mengalami stagnasi.

Mengenai alasan pertumbuhan ekonomi Rusia, PM Mishustin mengemukakan bahwa hal itu terjadi karena didukung oleh tingginya investasi dan aktivitas konsumen. Manufaktur telah bertindak sebagai mesin uap. Manufaktur telah tumbuh sebesar 8,5 persen, meskipun perkiraan awalnya jauh lebih rendah.

“Anda tahu bahwa Anda dan Pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor ini. Porsi nilai tambah lebih tinggi di sana daripada di sektor bahan baku, dan statistik terkini menunjukkan bahwa upaya ini telah mulai membuahkan hasil baik”, lapor PM Mishustin.

Perekonomian Rusia dikatakan menjadi lebih berbasis teknologi dan terdiversifikasi, hal ini meberi efek lebih menguntungkan pada stabilitas ekonomi makro dan kondisi keseluruhan. Hasilnya, negara akan dapat memenuhi tujuan jangka menengah dan panjang dengan lebih efektif. (z/Kremlin)