Calon Gubernur DKI Jakarta, Ahok Mulai Ragu di Jalur Independen

maiwanews – Beri sinyal lebih memilih maju atas dukungan partai di pemilihan gubernur (Pilgub) jika didukung PDI Perjuangan, Gubernur DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan keraguannya maju di jalur independen.

Hal itu tergambar dari jawaban Ahok kepada wartawan usai menerima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

“Kalau teman-teman Ahok bisa penuhi satu juta (KTP dukungan), kita harus menghargai mereka. Cuma kalau bisa ikut dengan PDIP, alangkah baiknya ikut PDIP,” kata Ahok.

Bukan hanya itu, Ahok bahkan secara terang-terangan meragukan kemampuan Teman Ahok bisa mengumpulkan satu juta KTP sebelum pendaftaran bakal calon dimulai.

Apalagi kata Ahok, proses verifikasi KTP dukungan yang dikumpulkan Teman Ahok akan memakan waktu lama sampai tiga bulan dan harus selesai sebelum mulai pendaftaran pada Juli 2016.

Nggak gampang loh untuk menetapkan independen itu tidak mudah. Kalau nggak satu juta bagaimana? Masih banyak persoalan ini. Mengisinya (formulir) saja setengah mati. Mengisinya kan susah. Satu juta loh,” ucap Ahok memberi gambaran susahnya maju sebagai calon independen.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa dukungan KTP calon gubernur baru sah jika dukungan itu satu paket dengan calon wakil gubernur.

Karena itu kata Yusril, jika Ahok maju sebagai calon independen, maka dukungan KTP harus dikumpulkan ulang setelah Gubernur DKI Jakarta itu telah resmi memiliki calon wakil gubernur.