maiwanews – Di tengah perseteruannya soal dualisme kepengurusan Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono bertemu di acara ulang tahun sahabat keduanya, Adi Warsita Adinegoro di sebuah cafe kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (18/3) malam.
Aburizal Bakrie mengungkapkan, dalam pertemuan yang tanpa direncanakan sebelumnya tersebut, dirinya dan Agung Laksono tetap saling menyapa dan berkomunikasi akrab layaknya sebagai sahabat lama.
Hal tu dikatakan Aburizal Bakrie yang hadir sebagai bintang tamu dalam sebuah acara yang dipandu presenter Alfito Deanova Ginting di stasiun tvone, Minggu (22/3/2015) pukul 19.00 Wib.
Menurut Aburizal, datang lebih dulu di acara itu, dirinya yang memanggil Agung datang yang datang kemudian dan mempersilahkan seterunya itu duduk satu sofa di sampingnya. Tanpa menyinggung politik sedikitpun, Aburizal mengaku pembicaraan berlangsung akrab.
Selain soal pertemuan itu, Aburizal juga bercerita tentang bagaimana ia mengajukan Agung Laksono sebagai Menko Kesra ke Presiden SBY ketika itu. Menurut Aburizal, ia mengusulkan nama Agung karena sahabatnya itu tidak lolos sebagai anggota DPR meskipun sedang menjabat sebagai Ketua DPR.
Apalagi kata Aburizal, sebagai salah satu pendukungnya ketika maju sebagai calon ketua umum Golkar pada Munas di Riau, Agung Laksono memang layak diusulkan jadi Menko Kesra.
Untuk menggambarkan kedekatannya dengan Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol itu, Aburizal juga mengungkapkan bahwa stasiun televisi antv didirikan, sebenarnya mengambil nama A sebagai singkatan Agung Laksono dan N bersal dari Nirwan Bakrie (adik aburizal).
Meskipun kata Aburizal, Agung Laksono akhirnya mengundurkan diri akibat kondisi antv ketika itu yang masih mengalami kesulitan. Masa-masa sulit bersama itu sambung Aburizal, yang menjadikan pertemanan mereka punya makna tersendiri.
Terkait perseteruan Golkar, Aburizal mengatakan akan menerima dengan legowo jika ternyata pengadilan memutuskan Agung Laksono sebagai pemenang. Namun Aburizal sekaligus meminta Agung juga harus legowo jika ternyata dirinya yang dinyatakan sah sebagai Ketua Umum Golkar.
Jika misalnya dikatakan kalah oleh pengadilan, Aburizal menegaskan bahwa dirinya tidak akan membuat partai baru. “Capek, biayanya sangat mahal,” canda Aburizal.
Dengan nada santai, Aburizal juga berpesan kepada Agung Laksono untuk menunggu saja hasil pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Razia Jelang Ramadan, Aparat Pringsewu Amankan Pengguna Narkoba
Prabowo: Kita Tidak Bisa Melindungi Hanya dengan Itikad Baik
Berbagai Polda Kirim Personel ke Pengungsian Gunung Lewotobi









