maiwanews – Sejumlah pimpinan DPR mendukung usulan relokasi Coffee Shop yang terletak di gedung DPR Senayan. Namun beberapa kalangan mengaku heran dengan rencana tersebut, terutama karena cafe bernama Bengawan Solo itu terletak dia area bisnis gedung DPR.
“Itu area bisnis, kenapa mesti cafenya yang disalahkan,” kata Rusman, salah seorang aktifis partai politik (parpol) yang sering berkunjung ke gedung DPR yang dimintai tanggapannya di Jakarta Jumat 24 Februari 2012.
Menurut Rusman, kalau keberadaan cafe di tempat itu tidak diperbolehkan, maka semestinya kebijakan menjadikan kawasan itu sebagai area bisnis jenis apapun juga tidak boleh ada.
Berdasarkan pantauan maiwanews, di kawasan itu terdapat stan atau kios yang menjajakan aneka keperluan seperti buku, asesoris, produk fashion, sejumlah ATM hingga kantor cabang pembantu bank.
Untuk waktu-waktu tertentu, area itu juga sering diadakan pameran atau bazar multi produk. Di depan kantor bank Mandiri, sesekali juga dijadikan tempat promosi penjualan produk seperti elektronik, komputer hingga properti.
Karena itu Rusman menghimau para pimpinan DPR agar lebih fokus memberantas para calo anggaran yang dimaksud, bukan cafenya yang disalahkan. Apalagi menurutnya, jika pimpinan DPR tahu keberadaan calo anggaran di cafe itu, bukankah akan lebih mudah memantau lalu memberantasnya. “Bukan malah disuruh ngupet.”
Dan akan lebih lucu katanya, jika alasan para pimpinan yang mengkritisi keberadaan cafe itu karena dianggap terlalu menyolok. “Berarti kalau tidak mencolok, cafe boleh jadi tempat kumpul para calo”? tanyanya.









