Curah Hujan Tingi, Tanggul Bengawan Solo Rawan Jebol

TANGGUL BENGAWAN SOLOTUBAN – Tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir, membuat tangggul sepanjang 25 meter dengan kedalaman mencapai 7 meter di Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban rawan jebol.

Padahal, tanggul tersebut merupakan DAS (daerah aliran sungai) Bengawan Solo yang jika jebol akan berakibat puluhan desa di sekitarnya terancam tenggelam. Selain itu, sepanjang 40 kilometer DAS Bengawan Solo juga rawan ambles.

“Seharusnya posisi tanggul yang berada di tikungan lebih perhatian. jika tidak maka banjir tidak bisa dihindarkan. Terlebih pada musim penghujan seperti sekarang ini,” kata Sutardi, warga desa setempat, Kamis (29/07/2010).

Sutardi juga menjelaskan, tanggul yang rawan ambrol tidak saja di jumpai di sekitar daerahnya. Kerawanan juga terlihat disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

“Tanggul yang rawan ambrol meliputi, Kecamatan Widang sampai Kecamatan Soko,“ tukasnya.

Pantauan di lapangan dijumpai, pasak-pasak besi yang berjajar disekitar tanggul sudah mulai karatan. Selain itu, gronjong (rangkaian kawat-kawat besi yang berisi batu, red) sudah tampak kosong hilang tergerus air.

“Tanggul sudah banyak yang amblas dan sampai sekarang pemerintah tidak melakukan perbaikan. Karena takut musibah banjir bandang, kami bersama warga gotong-royong dengan alat seadanya,” tambah Kastari, warga Kedungharjo.

Warga berharap agar pemerintah daerah memperhatikan kondisi tanggul tersebut.

“Karena kalau banjir datang, dampaknya tidak hanya mengenai warga desa ini, namun beberapa desa yang lain akan dapat kiriman air Bengawan Solo,” ujar Kastari.