maiwanews – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengaku tidak tahu menahu soal deklarasi mendukung presiden tiga periode dalam acara Apdesi yang dihadiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Hal itu diungkapkan Mensesneg atas pertanyaan sejumlah anggota DPR dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/3).
Menurut Pratikno, seruan agar Jokowi lanjut tiga periode itu disampaikan Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) usai rombongan Presiden keluar atau meninggalkan acara pada Selasa (29/2) lalu.
“Perlu kami tegaskan, waktu pak presiden ada di ruang tersebut, tidak ada pernyataan deklarasi apapun, jadi kalaupun ada deklarasi itu di luar pengetahuan kami,” kata Pratikno.
Selain Pratikno, Sekretariat Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga hadir dalam rapat kerja tersebut.
Dalam kesempatan itu, anggota Komisi II DPR dari fraksi PKS, Mardani Ali Sera mengingatkan agar lembaga di lingkaran Istana tidak ikut campur dalam segala kegiatan yang menyangkut wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.
Sebab menurut Mardani, wacana tersebut bertentangan bertentangan dengan konstitusi. Selain itu kata Mardani, dirinya berharap agar usulan tersebut cukup menjadi wacana elit yang menjadi keputusan para pimpinan partai politik.
“Mudah-mudahan tidak ada anggaran digunakan untuk kegiatan-kegiatan isu 3 periode atau penundaan (Pemilu) karena itu sangat bertentangan dengan konstitusi,” tegas Mardani.
Danlantamal VI Tinjau Kesiapan Personel Gabungan Pengamanan Hari May Day
Presiden Resmikan PP Perlindungan Anak
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Kolaborasi DKP-PKK Makassar Hadirkan Gerakan Pangan Murah, Dorong Akses Pangan yang Terjangkau









