PROBOLINGGO – Cuaca buruk akibat perubahan iklim, memaksa ratusan nelayan Probolinggo pergi melaut mencari ikan.
Pasalnya hujan deras disertai ombak besar yang terjadi di kawasan Selat Madura hampir dua pekan, nelayan Probolinggo tidak berani pergi melaut.
Seorang nelayan warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Hanafi, menyatakan hampir dua pekan ratusan nelayan Probolinggo tidak pergi melaut. Lantaran hujan deras yang mengguyur Probolinggo dan sekitarnya, selain menyebabkan banjir lumpur dan menenggelamkan sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo juga mengakibatkan ombak besar.
Tak pelak, ratusan nelayan di Probolinggo takut melaut, namun kebutuhan ekonomi kini nelayan Probolinggo nekat melaut.
“Kebutuhan ekonomi menyebabkan nelayan Probolinggo nekat melaut,” ujar Hanafi.
Meski demikian, sebut dia, tak semua nelayan Probolinggo berani dan nekad melaut dan hanya perahu-perahu bermesin temple saja yang berani melaut.
Sementara kapal-kapal ikan bermesin di atas 90 GT, hingga berita ini diturunkan belum ada yang berani melaut terlebih berjarak hingga menuju di luar Pulau Jawa.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi itu juga terjadi di kawasan pesisir pantai Desa Kali Buntu Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Bahkan nelayan Probolinggo yang biasanya berlayar hingga 4 atau 5 hari, sejak perubahan iklim paling lama nelayan berlayar di tengah laut selama 2 hari.
“Ratusan nelayan asal Probolinggo yang biasanya berlayar hingga 4 atau 5 hari, sejak perubahan iklim paling lama 2 hari berada di tengah laut,” katanya.
Salah satu nelayan asal Mayangan Kota Probolinggo itu, mengeluhkan sedikitnya hasil tangkapan sejak perubahan iklim.
Sehingga, sebelum berangkat berlayar, para nelayan memperhitungkan sematang mungkin tujuan mencari ikan. Hal itu untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar.
“Kalau tak diperhitungkan sejak dini, bisa jadi pulang bukannya untung tapi buntung. Karena, hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” ungkap mereka seperti mengeluh. (LEA)
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel
Pertemuan Dua Atlet Kelas Dunia di Porsche Singapore Classic 2025
Tulungagung Dominasi Perolehan Medali di Inorga PERBAFI
Biden dan Sekutu akan Serukan Kembali Gencatan Senjata di Gaza
Kemenkumham Jatim Gelar Rapat Harmonisasikan Empat Raperkada di Tulungagung dan Trenggalek









