Demo Hari Buruh Meriah, Dua Orang Diamankan Polisi

Jakarta – Demonstrasi dalam rangka memperingati hari buruh internasional 1 Mei (may day) berlangsung meriah. Puluhan ribu massa para pekerja “menguasai” area mulai dari bundaran Hotel Indonesia, sepanjang jalan MH Thamrin Demo Hari Buruh depan RRIhingga Istana Negara.

Di saat ribuan massa dari berbagai elemen diantaranya Forum Solidaritas Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi di depan Istana Negara, ribuan buruh dari berbagai elemen lainnya diantaranya Aliansi Buruh Menggugat (ABM) long march dari bundaran Hotel Indonesia (HI)  menuju Istana.

Padahal pada saat yang bersamaan, sekitar seribuan massa pekerja juga masih melakukan aksi di bundarab HI. Massa tersebut sebagian mendengarkan orasi, sebagian lagi yang lainnya berkonvoi sambil mengitari air mancur HI dengan berkendaraan motor.

Secara keseluruhan aksi memperingati hari buruh sedunia kali ini berlangsung lancar. Bahkan tidak kurang Mabes Polri yang disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Komjen Pol Edward Aritonang menyampaikan terimakasih kepada para buruh atas lancarnya pelaksanaan aksi yang kebetulan kersamaan dengan dimulainya sensus penduduk.

Meski begitu, beberapa kericuhan sempat terjadi. Untuk itu Polisi mengamankan sejumlah pendemo. Dua pelaku yang diamankan di Mabes Polri berinisial UP dan KS.

“UP kelahiran 1968 tidak memiliki pekerjaan, warga Warakas, dan KS kelahiran 1979 warga Kalideres. Pengakuan sementara dari KAPAK,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2010.

Menurut Edward, petugas yang dianiaya yakni berasal dari Bareskrim Mabes Polri bernama Iptu Reza dari Dir I Bareskrim.

2 orang yang ditahan polisi diduga sebagai provokator. “2 orang yang diamankan di Istana bukan berasal dari serikat pekerja. Kita masih kembangkan, seperti ada yang memukul petugas,” tegasnya.

Dua orang yang ditahan itu karena ikut melakukan pemukulan terhadap anggota Polisi, belakangan kemudian diketahui bukan anggota dari massa buruh. Sedang seorang lainnya yang diketahui dari Kapak, ditahan karena mengeluarkan kata-kata yang dianggap menghina orang lain.