Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair) Senin 10 Oktober 2011 melakukan aksi demonstrasi sebagai wujud dukungan terhadap langkah KPK untuk melakukan pengusutan terhadap dugaan korupsi sejumlah rektor perguruan tinggi.
Para mahasiswa mendesak Rektor Unair untuk mengeluarkan pernyataan resmi langsung terkait isu keterlibatannya menerima dana Nazaruddin. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawabnya dalam mengungkapkan kebenaran dan menjaga nama baik kampus Unair di mata masyarakat.
Kepada civitas Unair, serta masyarakat, para demonstran menghimbau untuk membangun gerakan kontrol terhadap politik korupsi dalam dunia pendidikan.
Salah seorang mahasiswa, Abdul Rahman mengatakan apa yang terjadi di atas tentu sangat menyakitkan. Di tengah-tengah semakin mahalnya biaya pendidikan dan maraknya praktek komersialisasi pendidikan, ternyata mencuat kasus korupsi yg di lakukan oleh pejabat kemediknas.
“Bilamana kasus aliran dana Nazarudin kepada sejumlah Rektor Perguruan Tinggi terbukti kebenaranya, hal itu tentu juga akan semakin menambah catatan buruk kampus, yang semakin elitis dan tidak pro kepada rakyat kecil,” ujar Rahman.
Rahman juga menyatakan bahwa terjadinya korupsi di dunia pendidikan itu sudah barang tentu juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita yang dulu diperjuangkan oleh Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara.
Pemkot Makassar Dukung Kejurnas Shorinji Kempo 'Rektor Unhas Cup XVI'
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Zelenskyy Bertemu Menlu Lithuania, Bahas Dukungan untuk Ukraina
Polisi Usut Dugaan Korupsi di LPEI Diusut, Kerugian Negara Rp710 Miliar
Mahasiswa Indonesia d India Sambut Kedatangan Prabowo Subianto di New Delhi









