maiwanews – Hubungan Indonesia dan Australia sedang terganggu menyusul merebaknya berita penyadapan yang dilakukan Badan Intelejen Australia terhadap Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhotono.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengambil langkah dan sikap tegas dengam memanggil pulang Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema sebagai bentuk protes.
Bukan hanya itu, pemerintah juga menyatakan akan meninjau kembali semua kerjasama antara Indonesia dan Australia.
Namun hubungan kedua negara bertetangga yang membruk itu rupanya tidak mengganggu agenda bersama dalam menggelar latihan gabungan (Latgab) pertempuran udara (air combat).
Mulai hari ini, Senin (18/11/2013), Indonesia dan Australia mengelar latihan di Darwin, Australia. Latihan bersama dengan sandi “Elang Ausindo 2013” tersebut akan berlangsung selama 7 hari atau hingga tanggal 24 November mendatang.
Berdasarkan informasi dari Pentak Lanud Iswahjudi, kedua negara akan melakukan sejumlah latihan termasuk terbang familiarisasi dengan daerah latihan, Basic Flying Manoeuvres (BFM), Dissimilar Air Combat Manoeuvres (DACM), dan Dissimiliar Air Combat Training (DACT).
Latihan bersama ini melibatkan pesawat tempur milik TNI-AU buatan Amerika, F-16 dan puluhan personi TNI-AU. Tim latihan Indonesia dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 3, Letkol Pnb Setiawan.
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Pulang dari Mesir, Prabowo Gelar Rapat Terbatas
Angkatan Laut Indonesia dan Rusia Gelar Latihan Gabungan 'ORRUDA 2024'









