Didekati PD, PDI-P Malah Desak Bentuk Pengawas Kasus Century

Jakarta – Sedang bermasaalah serius dengan beberapa mitra koalisinya terkait kasus Century, Partai Demokrat tak henti-hentinya melakukan upaya pendekatan dengan lokomotif partai opsisi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Keua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan Taufik Kiemas yang paling sering dikunjungi para petinggi Partai Demokrat maupun orang-orang terdekat SBY dalam rangka yang mereka sebut sebagai komunikasi politik.

Taufik Kiemas sendiri dalam dalam beberapa sikap dan pernyataannya terlihat sangat menguntungkan pihak pemerintah, mulai dari pernyataan soal ketidak setujuannya terhadap upaya pemakzulan hingga pernyataan tentang keiinginannya agar PDIP tidak lagi menjadi Partai Oposisi.

Namun di sisi lain, Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga istri dari Taifik Kiemas, Megawati Soekarno Putri justru berkali-kali menyampaikan sikap yang berbeda. Mega menyatakan belum memikirkan tentang koalisi dengan PD.

Bahkan putri Bung Karno yang selama kasus Century bergulir lebih memilih tidak mengeluarkan statement terbuka, ahir-akhir ini semakin rajin mengkritisi soal Century.

Salah satu yang dikomentari Mega adalah soal anggota PDIP yang tersangkut kasus korupsi, yang jika terbukti, PDIP tidak akan membela. Pernyataan tersebut memberi isyarat bahwa PDI-P tidak akan tunduk terhadap tekanan apapun sekaligus  menjawab isu yang beredar selama ini bahwa ada tekanan atau upaya barter hukum agar kasus Century.tidak sampai merugikan pihak pemerintah.

Bahkan terakhir, PDIP malah mendesak segera dibentuk Tim Pengawas Kasus Century agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Hal itu disampaikan Megawati ketika mengikuti Konfrensi Daerah III DPD PDIP Sumatera Utara di Hotel Grand Angkasa Medan, Rabu 10 Maret 2010.