Disparbud Maros Raih Dua Prestasi Dalam Obyek Wisata Nusantara Expo

kadis-parbud-marosMaiwaNews – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maros patut berbangga. Pasalnya, berhasil meraih Juara II Stand Terbaik Umum dan Juara II Penampilan Seni Terbaik dalam Obyek Wisata Nusantara Expo yang digelar di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta yang berlangsung pada 4 sampai 7 Juni lalu. Prestasi itu menjadikan Maros satu-satunya destinasi wisata Indonesia bagian timur yang masuk peringkat tiga besar.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maros Ilhamsyah Azikin, hal ini menjadi penghargaan pertama yang diperoleh Disparbud Maros dalam tahun 2010 ini. Di ajang itu, kata Ilham, Disbudpar Maros menjual karst dan spesies kupu-kupu yang ada di Bantimurung. Pencapaian pengharagaan ini berdasarkan angka kunjungan dan tingginya minat pengunjung untuk mengetahui potensi wisata Maros. Khususnya soal spesies kupu-kupu dan juga kawasan karts. Selain karena potensi wisata, prestasi Maros juga karena pagelaran Tari Pa’rimpungan Ri Butta Salewangang dan tarian empat etnis.

“Dengan kegiatan ini, Maros telah memiliki tolak ukur tersendiri mengenai objek wisata. Sebab segmen Maros adalah wisatawan mancanegara dan nasional,” ungkapnya.

Selama ini, Pemerintah Maros memang terus melakukan perbaikan dan pengembangan di bidang kepariwisataan. Salah satunya yaitu memprogramkan pembentukan “Desa Wisata” yang berbasis pengembangan ekonomi kerakyatan.

Sejalan dengan hal ini, sejumlah pimpinan biro perjalanan wisata Bali yang tergabung dalam ASITA Bali berkunjung ke Kabupaten Maros, selasa (6/4). Nico B Pasakah, Korwil ASITA Sulawesi, yang mendampingi rombongan itu mengemukakan sangat antusias melihat wisata yang ada di Maros selain taman wisata alam Bantimurung juga kawasan Karst yang ada di Leang-leang.

“Terlebih, saat ini, Desa Leang-leang sudah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata dari tiga desa yang ditetapkan di seluruh Indonesia,” ungkap Nico.

Lebih lanjut Nico berpendapat, banyak hal potensi wisata yang bisa digali Maros. Kedepan untuk taman wisata alam Bantimurng bisa saja menjadi “the one of natural haritage” dalam artian jika wisatawan ingin melihat kupu-kupu, maka datanglah ke Bantimurung. *Ilham Halimsyah